Geo Dipa Kelola Panas Bumi di Dieng dan Patuha

Husen Miftahudin    •    Jumat, 19 May 2017 10:33 WIB
geo dipa energi
Geo Dipa Kelola Panas Bumi di Dieng dan Patuha
Ilustrasi. (FOTO: Antara/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Geo Dipa Energi (Persero) dibentuk untuk mengelola wilayah panas bumi di Dieng dan Patuha. Pengelolaan tersebut berdasar pada perintah/instruksi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nomor 436 Tahun 2001.

"Geo Dipa telah berwenang untuk mengelola wilayah panas bumi di Dieng dan Patuha sejak didirikan, dan bahkan sejak adanya perintah dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia," kata Ahli Hukum Pidana dan Penalaran Hukum Universitas Parahiyangan (Unpar) Budi Prastowo dalam keterangan yang diterima Metrotvnews.com, Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.

Pengelolaan panas bumi di dua tempat tersebut kini terjadi sengketa antara Geo Dipa dan PT Bumigas Energi. Pemerintah diharap membantu menyelesaikan sengkarut sengketa agar tidak mengganggu percepatan pembangunan mega infrastruktur kelistrikan 35.000 megawatt (mw).

Baca: Geo Dipa Kelola Panas Bumi di Dieng dan Patuha

Kuasa Hukum Geo Dipa, Lia Azilia, menjelaskan bahwa permasalahan antara Geo Dipa dan Bumigas merupakan permasalahan perdata murni. Sengketa yang terjadi di dalam perkara ini timbul akibat hubungan kontraktual antara Bumigas dan Geo Dipa berdasarkan Perjanjian KTR 001.

Sengketa bermula saat Bumigas tidak mampu memenuhi kewajiban kontrak sehingga Geo Dipa menerbitkan warning letter dan ditutup dengan Notice of Default.

Tak terpenuhinya kontrak Bumigas diputuskan oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) pada Juli 2008. Bumigas kemudian mempersoalkan keputusan BANI tersebut. Hingga saat ini proses hukum terus berlanjut.

Baca: Geo Dipa Energi Siap Garap Dua Lapangan Panas Bumi Baru

Diberitakan sebelumnya, Geo Dipa mendapat hak pengelolaan Wilayah Kuasa Pertambangan (WKP) Area Dieng dan Area Patuha terhitung sejak 4 September 2002. Kemudian, Geo Dipa mendapat penegasan sebagai pengelola WKP Dataran Tinggi Dieng, terhitung mulai 1 Januari 2007 melalui Peraturan Menteri ESDM No. 2192.K/30/ MEM/2014.

Geo Dipa sudah mengoperasikan PLTP Patuha unit 1 (60 MW). Namun, saat ini, perizinan Geo Dipa sedang dipermasalahkan oleh mantan mitra kerjanya yang sebelumnya digandeng membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB).


(AHL)