Kritikan Legislator tak Hambat Pembentukan Holding Migas

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 14 Mar 2018 17:28 WIB
holding migas
Kritikan Legislator tak Hambat Pembentukan <i>Holding</i> Migas
Illustrasi. Dok: AFP.

Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai kritikan dari Anggota Komisi VI DPR-RI soal pembentukan holding BUMN migas akan menjadi masukan untuk kinerja holding di masa depan.

Salah satu Anggota Komisi VI DPR-RI Rieke Diah Pitaloka mengatakan masuknya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ke dalam PT Pertamina (Persero) dalam bentuk holding akan memberatkan Pertamina. Pasalnya, saat ini PGN banyak menanggung beban keuangan akibat kegiatan operasi FSRU Lampung dan pemaksaan strategi investasi dan manajemen di kegiatan hulu migas yang dikelola anak usaha PGN, PT Saka Energi Indonesia (Saka Energi). Hal itu menyebabkan laba bersih terus menurun dalam lima tahun terakhir.

Deputi Bidang Usaha Tambang, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan permintaan mengkaji ulang Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina tidak membuat pembentukan holding terhambat. Pembentukan holding BUMN migas akan tetap dilakukan dan resmi terbentuk saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Tidak lah (pembentukan holding migas terhambat). Sudah sampaikan kepada Komisi VI bahwa PP ini sebelum keluar banyak dan bukan urusan Kementerian BUMN sendiri. Jadi kajian bersama antara Kementarian Keuangan dan BUMN," kata Fajar di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

Fajar juga menyebutkan, pembentukan holding BUMN migas masih sesuai jadwal dan tinggal menunggu Keputusan Menteri Keuangan (KMK) tentang valuasi transaksi. Masalah kritikan ini dinilainya sebagai masukan untuk kinerja holding migas kedepannya.

"Kalau dari sisi proses mudah-mudahan setelah ini ada saya sudah sampaikan akan ada keputusan Menkeu mengenai nilai, kemudian dialihkan. Mudah-mudahan on schedule," ujar dia.

Lalu, meskipun kinerja keuangan PGN belum benar-benar sehat, Fajar yang juga Komisaris Utama PGN meyakini holding BUMN migas akan membuat Pertamina besar dengan tambahan aset dari PGN.

"Seharusnya (neraca keuangan) lebih bagus. Asetnya jadi naik dari sejumlah nanti yang dialihkan. PGN public company-nya mereka kemarin sudah disclose Rp78 triliun," sebut Fajar.


(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

6 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA