Sejalan Kenaikan Harga Minyak Dunia, ICP November Naik ke USD58,34/Barel

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 06 Dec 2017 12:04 WIB
minyak mentah
Sejalan Kenaikan Harga Minyak Dunia, ICP November Naik ke USD58,34/Barel
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat harga rata-rata ICP minyak mentah Indonesia pada November 2017 naik ke USD59,34 per barel atau setara USD5,33 per barel dibandingkan Oktober yang mencapai USD54,02 per barel.

Sementara ICP SLC November 2017 mencapai USD59,83 per barel atau naik sebesar USD5,12 per barel dari USD54,71 per barel pada bulan sebelumnya.

Mengutip laman Ditjen Migas, Rabu, 6 November 2017, perkembangan harga rata-rata minyak mentah Indonesia yang mengalami peningkatan ini sejalan dengan harga minyak mentah utama di pasar internasional pada November 2017 dibandingkan Oktober 2017 yang meningkat.

Minyak Dated Brent naik sebesar USD5,26 per barel dari USD57,36 per barel menjadi USD62,62 per barel. Minyak Brent (ICE) naik sebesar USD5,22 per barel dari USD57,65 per barel menjadi USD62,87 per barel.

Kemudian minyak WTI (Nymex) naik sebesar USD5,07 per barel dari USD51,59 per barel menjadi USD56,66 per barel. Basket OPEC naik sebesar USD5,24 per barel dari USD55,50 per barel menjadi USD60,74 per barel.

Peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional ini disebabkan oleh beberapa faktor yakni negara-negara OPEC memperpanjang kesepakatan untuk membatasi produksi sepanjang 2018, pada general meeting yang diadakan pada 30 November 2017.

Selain itu, berdasarkan publikasi OPEC pada bulan November 2017 tercatat produksi minyak mentah dari negara-negara OPEC pada Oktober 2017 turun sebesar 0,15 juta barel per hari menjadi sebesar 32,59 juta barel per hari, dari September 2017 yaitu sebesar 32,74 juta barel per hari.

Proyeksi permintaan minyak mentah global di 2017 naik sebesar 0,14 juta barel per hari pada proyeksi November 2017 menjadi sebesar 96,94 juta barel per hari dari proyeksi Oktober 2017 yaitu sebesar 96,80 juta barel per hari.

Jumlah rig di Amerika Serikat pada November 2017 turun sebesar 38 rig menjadi sebesar 898 rig, dari Oktober 2017 yaitu 939 rig. Serta, proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk 2017 naik sebesar 0,1 persen pada proyeksi November 2017 menjadi sebesar 3,7 persen, dari proyeksi Oktober 2017 yaitu 3,6 persen.

Faktor lainnya berdasarkan publikasi IEA (International Energy Agency) di November 2017, komitmen negara-negara Non-OPEC untuk membatasi produksi mencapai 107 persen pada Oktober 2017.

Berdasarkan laporan EIA (Energy Information Administration)-USA, tingkat stok minyak mentah komersial dan distillate fuel oil Amerika Serikat selama November 2017 (sampai Minggu ke-4) mengalami penurunan dibandingkan dengan stok di Oktober 2017.

Stok minyak mentah komersial turun 1,2 juta barel menjadi sebesar 453,7 juta barel. Stok distillate fuel oil turun 1,1 juta barel menjadi sebesar 127,8 juta barel. Penyebab lainnya adalah pengaliran minyak melalui pipa dari Kanada menuju Amerika Serikat yang selama ini sekitar 560 ribu barel per hari mengalami partial shut down akibat kebocoran pada pipa.

Hal ini mengakibatkan, volume minyak yang disuplai dari Kanada kepada Amerika Serikat sampai akhir November 2017 hanya mencapai 15 persen dari volume normal. Hal ini berlangsung hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi antara lain oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah antara Arab Saudi dan Iran. Selain itu, juga terdapat ketidakstabilan politik dalam negeri di Arab Saudi.

Faktor lainnya, Arab Saudi mengurangi ekspor minyak mentah hingga sebesar 120 ribu barel dibandingkan ekspor pada Oktober 2017 dan gempa bumi yang terjadi di Iran dan Irak pada 12 November 2017 menyebabkan terganggunya produksi minyak mentah dari kedua negara tersebut.


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA