Bangun Kilang TDAE Rp1,3 Triliun, BP Batam Datangkan Investor Singapura

Suci Sedya Utami    •    Senin, 19 Sep 2016 20:15 WIB
investor
Bangun Kilang TDAE Rp1,3 Triliun, BP Batam Datangkan Investor Singapura
BP Batam menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang industri migas dengan PT Enerco RPO Internasional selaku investor asal Singapura dan PT Kabil Citranusa selaku pemilik Kawasan Industri Terpadu Kabil, Senin, 19 September 2016. MTVN/Suci Sedya Utami

Metrotvnews.com, Jakarta: Lima bulan setelah pergantian kepengurusan, akhirnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam bisa mendatangkan kembali investor untuk menanamkan modal di Batam.

Sekarang BP Batam menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang industri migas dengan PT Enerco RPO Internasional selaku investor asal Singapura dan PT Kabil Citranusa selaku pemilik Kawasan Industri Terpadu Kabil, Senin, 19 September 2016. 

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution. Hadir juga Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Dubes Singapura untuk Indonesia Anil Kumarnayar, dan Deputi Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea.

Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro mengatakan melalui Program KILK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi), BP Batam akan memfasilitasi semua proses perizinan yang dibutuhkan Enerco agar dapat segera melaksanakan konstruksi pembangunan Kilang TDAE (Treated Distillate Aromatic Extract) di Batam, sementara proses pengurusan dokumen tetap ben’alan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Setelah lima bulan bisa menyelesaikan salah satu di antara langkah yangg perlu diambil terutama dalam rangka mengefisienkan proses perizinan investor," kata Hartanto dalam sambutannya di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Jumlah investasi proyek ini mencapai sekitar USD98 juta atau setara dengan Rp1,3 triliun terdiri dari biaya investasi dan modal kerja yang sepenuhnya didukung oleh investor swasta nasional. Pekerjaan engineering telah dimulai sejak Oktober 2015 sehingga pekerjaan pengadaan barang dan konstruksi diharapkan dapat segera dimulai dan ditargetkan akan selesai pada akhir 2017.

Kilang TDAE ini akan dibangun di Kawasan lndustri Terpadu Kabil, Batam di atas lahan seluas 2,3 hektare (ha). Lokasi Kilang di Batam ini secara geografls sangat strategis di mana armada tanker akan dipersiapkan Iangsung dari Batam ke wilayah Indonesia dan negara tujuan ekspor di Singapura, Tiongkok, Korea, Jepang dan India.

Selain itu. juga akan dipersiapkan sistem logistik untuk mendukung kelancaran distribusi produk TDAE dalam rangka memenuhi kebutuhan industri ban dan karet sintetis di dalam maupun di luar negeri. Pemilihan lokasi di Batam ini juga didorong oleh adanya kebijakan Pemerintal'l Rl tentang sistem bebas perpajakan yang beriaku di Batam, dan adanya kebijakan darl BP Batam dan Pemerintah daerah setempat yang memberi banyak kemudahan untuk proses perijinan usaha dan pembangunan kilang. 

Selain itu, Batam dianggap area yang tepat karena faktor tersedianya lahan dan infrastruktur yang memadai dl dalam Kawasan lndustrl Terpadu Kabil. Semua faktor ini, diharapkan akan membuat produk TDAE dari Enerco mampu bersaing di pasar global.

Kilang TDAE ini dirancang dengan kapasitas produksi lebih dari 100.000 ton TDAE per tahun. Investasi ini menggunakan teknologi berbasis Hak Paten Proses yang dimillki oleh perusahaan swasta nasional bekerjasama dengan salah satu BUMN terkemuka di Indonesia.


(SAW)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA