Dirjen EBTKE: Capaian Investasi Triwulan III tak Terlalu Buruk

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 25 Nov 2016 18:33 WIB
energi terbarukan
Dirjen EBTKE: Capaian Investasi Triwulan III tak Terlalu Buruk
Ilustrasi. (FOTO: MI/Liliek)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pencapaian kinerja triwulan III-2016 dari sisi investasi tidak terlalu buruk karena sampai sembilan bulan ini capaian investasi sudah 87,4 persen.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan pencapaian investsi triwulan III masuk kategori baik karena sudah mencapai 87,4 persen dari target 2016 sebesar USD1,37 miliar dalam waktu sembilan bulan.

"Realisasi investasi ini per triwulan ketiga atau sembilan bulan. Not too bad lah. 87,4 persen atau target USD1,198 miliar," kata Rida dalam diskusi di Kantor Ditjen EBTKE, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Rida menyebutkan, investasi panas bumi paada triwulan III ini mencapai USD0,84 miliar atau 86 persen dari target USD0,96 miliar. Lalu, investasi aneka EBT capaiannya sebesar USD0,06 miliar atau 60 persen dari target USD0,1 miliar dan investasi bioenergi sebesar USD0,298 miliar atau sekitar 94,7 persen dari target USD0,31 miliar.

Lebih lanjut, Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdina menjelaskan, bila dibandingkan tahun lalu capaian investasi ini tidak besar. Penurunan pencapaian tersebut dikarenakan terjadi penurunan target investasi.

"Dibandingkan tahun lalu menurun. Tahun lalu kan kalau tidak salah USD2,3 miliar 2015. Target tahun ini memang lebih sedikit dari 2015," ujar Dadan.

Penurunan target capaian investasi 2015 ke 2016 bukan tanpa sebab, Dadan menyebutkan penurunan investasi ini karena kondisi ekonomi global yang merembet ke segala sektor termasuk energi baru terbarukan. Kendati demikian, Dadan berpendapat investasi sektor EBT masih jalan dengan baik dan tidak ada pergeseran dari taarget yang dicantumkan.

"Kami kaitkan dengan ekonomi global. Yang merembet ke mana-mana. Investasi yang dijalankan itu berjalan. Meskipun segitu. Investasi yang direncanakan berjalan meskipun seperti itu angkanya. Tidak ada pergeseran baik di pemerintah dan pengusaha," tutup Dadan.


(AHL)