Jika Operasi Diperpanjang, Freeport Janji Beri USD6 Miliar ke Negara

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 07 Mar 2018 23:29 WIB
freeport
Jika Operasi Diperpanjang, Freeport Janji Beri USD6 Miliar ke Negara
Freeport. ANT/Puspa Perwitasari.

Jakarta: PT Freeport Indonesia akan membayarkan Penerimaan Negara Bukan Negara (PNBP) sebesar USD6 miliar jika masa operasi di perpanjang hingga 2041.

Hal itu dikatakan Executive Vice President Freeport Indonesia Tony Wenas karena dengan kepastian perpanjangan ‎masa operasi dua kali 10 tahun yang diberikan pemerintah itu pihak Freeport Indonesia sudah bisa mentaksir berapa pendapatan yang diperolehnya dan uang akan disetor ke negara.

Tahun ini saja, ia menyebut setoran kepada negara mencapai USD756 juta. Sehingga jika sampai 2041 ditaksirnya mencapai USD6 miliar.

"Total PNBP diperkirakan untuk 2018 sampai 2041 sampai USD6 miliar," kata Tony di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Rabu, 7 Maret 2018.

Tony menyebutkan, total realisasi PNBP selama 2017 mencapai USD151 juta. PNBP tersebut terdiri dari royalti sebesar USD150,9 juta, iuran tetap USD400 ribu, PNBP lainya USD100 ribu. "Kalau realisasi total penerimaan negara PNBP USD151 juta," imbuh Tony.

Selain itu, sepanjang 2017 perusahaan tambang raksasa ini juga menyetorkan dividen ke negara sebesar USD135 juta, bea keluar USD82 juta, PPh badan USD108 juta dan penerimaan lainnya USD280 juta. Sehingga totalnya mencapai USD756 juta atau Rp10 triliun.

"Sehingga total penerimaan negara yang dibayar PTFI mencapai USD756 juta atau Rp10 triliun," pungkas dia.

 


(SAW)