ICP Desember 2017 Naik Menjadi USD60,9 per Barel

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 04 Jan 2018 16:53 WIB
minyak mentah
ICP Desember 2017 Naik Menjadi USD60,9 per Barel
Kilang Minyak. (ANT/Yudhi Mahatma).

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa harga rata-rata minyak mentah Indonesia pada Desember 2017 naik sebesar USD1,56 per barel menjadi USD60,90 per barel dari USD59,34 per barel.

Sementara ICP SLC pada Desember 2017 mencapai USD61,19 per barel, naik sebesar USD1,36 per barel dari USD59,83 per barel pada Desember 2017.

Seperti dikutip dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM, Kamis, 4 Januari 2018, tim harga minyak Indonesia menyatakan peningkatan rata-rata ICP sejalan dengan peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional.

Pada 30 November 2017, OPEC memperpanjang kesepakatan untuk membatasi produksi hingga akhir 2018. Berdasarkan publikasi OPEC di Desember 2017 menyatakan, produksi minyak mentah dari negara-negara OPEC pada November 2017 turun sebesar 0,13 juta barel per hari menjadi sebesar 32,45 juta barel per hari, dari Oktober 2017 yaitu sebesar 32,58 juta barel per hari.

Sedangkan proyeksi permintaan minyak mentah global 2018 naik sebesar 1,51 juta barel per hari menjadi sebesar 98,45 juta barel per hari, dari proyeksi 2017 yaitu sebesar 96,94 juta barel per hari.

Kemudian berdasarkan publikasi IEA (International Energy Agency) di bulan Desember 2017, produksi minyak mentah dari negara-negara OPEC pada November 2017 mengalami penurunan dibandingkan dengan Oktober 2017 sebesar 0,13 juta barel per hari dari 32,49 juta barel per hari pada Oktober 2017 menjadi sebesar 32,36 juta barel per hari pada November 2017.

Jalur perpipaan minyak terbesar di United Kingdom, North Sea Forties, yang mengalirkan sekitar 450 ribu BOPD minyak shut down. Diperkirakan diperlukan waktu perbaikan selama beberapa minggu sebelum pipa dapat beroperasi normal kembali.

Terjadinya ledakan di terminal bus New York Port Authority pada tanggal 11 Desember 2017 yang meningkatkan pembelian minyak di pasar Amerika Serikat
Serikat buruh minyak di Nigeria, produsen minyak terbesar di Afrika, melancarkan aksi mogok kerja pada 18 Desember 2017 sebagai protes atas terjadinya pemecatan massal di negara tersebut. Rencana aksi mogok kerja tersebut menimbulkan kekhawatiran terganggunya produksi minyak di Nigeria. Serta meningkatnya penggunaan gasoline di Amerika Serikat dikarenakan Christmas Holiday.

Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi antara lain oleh dua hal. Pertama, meningkatnya resiko geopolitik di Timur Tengah dikarenakan pernyataan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel. Kedua, meningkatnya permintaan minyak mentah di China yang diikuti dengan peningkatan permintaan diesel oil, kerosene, LPG, fuel Oil dan Gasoline.

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada Desember 2017:
- Dated Brent naik sebesar USD1,58 per barel dari USD62,62 per barel menjadi USD64,19 per barel.
- Brent (ICE) naik sebesar USD1,23 per barel dari USD62,87 per barel menjadi USD64,09 per barel.
-WTI (Nymex) naik sebesar USD1,28 per barel dari USD56,66 per barel menjadi USD57,95 per barel.





(SAW)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA