Bangun Kilang, Pemerintah Izinkan Pertamina Miliki Porsi Saham Kecil

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 13 Jun 2017 17:22 WIB
pertamina
Bangun Kilang, Pemerintah Izinkan Pertamina Miliki Porsi Saham Kecil
Ilustrasi kilang Pertamina. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mencari cara bagaimana bisa mempercepat pembangunan kilang yang dikerjakan oleh PT Pertamina (Persero) tanpa mengganggu keuangan perseroan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja mengatakan, salah satu cara untuk mempercepat pembangunan kilang tersebut adalah dengan mengizinkan Pertamina -yang saat ini memiliki kendala keuangan- memiliki porsi saham lebih rendah dibandingkan dengan partner strategis yang digandengnya.

"Ya salah satu opsinya yang sudah disampaikan tentu kalau Pertamina keuangannya berat porsi diturunkan, share-nya diturunkan," kata Wirat saat ditemui di Komplek Parlemeter, Senayan, Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.

Menurutnya, jika opsi tersebut dilakukan pembangunan kilang minyak oleh Pertamina akan berjalan mulus dan tepat waktu sehingga dapat mengurangi impor BBM dan membantu menggerakkan perekonomian.

"Yang jelas kan saat ini kita impor BBM besar ya. Kalau kilang dibangun artinya investasi masuk perekonomian bergerak dan impor BBM berkurang," ungkap dia.

Namun begitu, lanjut Wirat, opsi ini masih dalam pembahasan pihak pemerintah. Begitu juga dengan kilang-kilang mana saja yang dibolehkan supaya perusahaan pelat merah tersebut mendapatkan porsi saham dan pembiayaan yang lebih rendah.

"Sedang dikaji, semua sedang dikaji. Pertamina tuh optimumnya berapa supaya tidak terlalu jauh mundurnya," jelas dia,

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik sempat mengatakan akan mengatur ulang jadwal operasi proyek kilang baru dan program peningkatan kapasitas kilang.

Elia menyebutkan, alasan mengatur ulang jadwal tersebut karena keterbatasan dana. Jika tetap dipaksakan pembangunan kilang dan peremajaan maka akan memberatkan keuangan perseroan.

 


(AHL)