Bangun PLTS untuk Operasikan Pabrik Es Batu

Harianty    •    Rabu, 17 Jan 2018 19:52 WIB
plts
Bangun PLTS untuk Operasikan Pabrik Es Batu
Warga di Kampung Teluk Alulu akan membangun PLTS. (FOTO: Medcom.id/Harianty)

Derawan: Walau kaya akan sumber daya alam, masyarakat di Kampung Teluk Alulu, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tak sepenuhnya bisa menikmati listrik dan air bersih.

Akses yang masih sulit dijangkau, membuat warga di wilayah ini melakukan berbagai upaya untuk menopang ekonomi masyarakat setempat.

Menuju Kampung Teluk Alulu, harus melalui Pulau Maratua yang terletak di Laut Sulawesi. Pulau ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Perjalanan dari Pulau Maratua ke Kampung Teluk Alulu menempuh waktu 30 menit dengan menggunakan kapal motor cepat alias speedboat.

Penduduk Teluk Alulu tercatat lebih dari 200 jiwa. Tak ada air bersih, mereka pun harus mengambil di pulau Maratua atau menadah air hujan. Listrik pun terbatas, hanya 800 kwH per rumah tangga.



Pembangunan PLTS di Kampung Teluk Alulu. (FOTO: Medcom.id/Harianty)

Kabar baiknya, di Kampung Teluk Alulu ini sedang dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Adapun sumber listriknya akan digunakan untuk mengoperasikan pabrik es batu.

"PLTS ini kami bangun untuk mengoperasikan pabrik es batu," kata Staf Engineer PLTS Yunanto, saat ditemui di Kampung Teluk Alulu, Berau, Kalimantan Timur.

Lalu apa fungsi es batu ini? Pria asal Magelang ini menuturkan es batu sangat dibutuhkan oleh nelayan untuk mengawetkan ikan yang telah tangkap. Biasanya, nelayan akan melaut 3-4 hari, namun bila tidak ada es batu yang dapat digunakan untuk mengawetkan ikan, maka ikan akan rusak dan terpaksa dibuang.

PLTS ini merupakan program yang sedang dikerjakan oleh Konsorsium Yayasan Javlec Indonesia yang didukung oleh MCA Indonesia, pertama kali digagas pada September 2017 dan ditargetkan rampung pertengahan Februari tahun ini.


Warga di Kampung Teluk Alulu mengolah potensi kelapa yang berlimpah. (FOTO: Medcom.id/Harianty)

Selain PLTS, warga setempat juga mengolah potensi kelapa yang berlimpah. Di kampung Teluk Alulu ini juga sudah berdiri pabrik pengolahan minyak kelapa. Produk minyak kelapa murni ini pun diproduksi oleh kelompok perempuan setempat.

"Usaha ini sudah berjalan empat bulan, namun kekurangannya tempat masih minim," kata pengelola pabrik pengolahan minyak kelapa Iwan Kusmayadi.

Ia menuturkan, pengolahan 100 buah kelapa menjadi minyak bisa selesai dalam satu hari. Hasil minyak kelapa tersebut dijual ke kabupaten Berau, dengan harga berkisar Rp30 ribu per liternya. Program ini diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.


(AHL)