Dua Bulan Pertama, Konsumsi Listrik Masih Rendah

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 22 Mar 2018 22:45 WIB
listrik
Dua Bulan Pertama, Konsumsi Listrik Masih Rendah
Listrik (ANT/Rosa Panggabean).

Jakarta: PT PLN (Persero) mencatat dua bulan pertama di 2018 pertumbuhan konsumsi listrik nasional masih rendah. Seharusnya konsumsi listrik sudah mencapai 40 Terawatt hour (TWh), namun tercatat baru 36 TWh.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Roekman menjelaskan, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027 ditargetkan konsumsi listrik tahun ini mencapai 239 TWh. Jadi, setidaknya setiap bulan konsumsi listrik harus mencapai sekitar 20 TWh. Tetapi, sampai Januari-Februari 2018 target konsumsi listrik belum tercapai.

"Baru 36 TWh harusnya 40 TWh. Masih belum (tercapai)," kata Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Roekman di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018.

Kepala Divisi Niaga PLN Yuddy Setyo Wicaksono menjelaskan konsumsi listrik rendah itu dikarenakan masyarakat sudah melakukan penghematan energi. Konsumsi terendah terdapat pada golongan pelanggan rumah tangga.

"Ya konsumsi masyarakat kan, banyak masyarakat yang sudah menggunakan peralatan yang hemat energi. Itu yang dari rumah tangganya," ucap Yuddy.

Sementara untuk golongan pelanggan bisnis dan industri penurunan disebabkan karena kegiatan operasional yang menurunan. "Kemudian untuk yang industri dan bisnis juga karena produksi," imbuh dia.

Ia menyebutkan, konsumsi pelanggan industri sampai Februari mencapai 12,1 TWh, pelanggan bisnis 6,45 TWh, pelanggan rumah tangga sebesar 14,9 TWh, dan lain-lain seperti listrik untuk publik sebesar 2,6 TWh.

"Overall (konsumsi ini) lebih baik dibandingkan tahun lalu," pungkas Yuddy.


(SAW)