Keputusan Relaksasi Ekspor Mineral Olahan Paling Lambat Rabu Sore

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 10 Jan 2017 19:21 WIB
ekspor minerba
Keputusan Relaksasi Ekspor Mineral Olahan Paling Lambat Rabu Sore
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, keputusan mengenai relaksasi ekspor mineral olahan akan ditentukan Rabu sore.

"Mudah-mudahan besok sore," ujar Jonan, usai rapat kabinet terbatas membahas pelaksanaan kegiatan usaha minerba di Kantor Presiden Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Menurut Jonan, izin ekspor ini terlebih dahulu akan dibahas, baru kemudian difinalisasi. Dia meyakinan jika keputusan tersebut sudah selesai, pasti akan diumumkan.

Terkait hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan agar jangan sampai kepentingan ekonomi terganggu. Khususnya terhadap penciptaan lapangan kerja.

"Kalau memang sudah waktunya divestasi ya harus divestasi. Indonesia harus mayoritas. Tadi Pak Presiden juga minta penerimaan negara tidak boleh berkurang. Bahkan harus lebih," jelasnya.

Sebelumnya, Luhut menyerahkan keputusan mengenai relaksasi ekspor mineral olahan (konsentrat) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hari ini, masalah tersebut masih dibahas dalam rapat kabinet terbatas (ratas).

Keputusan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Adapun dalam PP tersebut mengatakan izin untuk perusahaan tambang boleh menjalankan ekspor mineral olahan (konsentrat) berakhir per 11 Januari 2017. Jika pemerintah tidak merevisi beleid itu, maka perusahaan tambang seperti PT Freeport Indonesia dan korporasi lainnya tidak boleh lagi melakukan ekspor konsentrat.‎


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA