1,2 Juta Sambungan Listrik Gratis di 2019

Candra Yuri Nuralam    •    Selasa, 12 Feb 2019 08:19 WIB
listrik
1,2 Juta Sambungan Listrik Gratis di 2019
Ilustrasi.

Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan pemerintah telah siap memberikan sambungan listrik gratis untuk rakyat kurang mampu. Sebanyak 1,2 Juta rakyat kurang mampu ditargetkan mendapat sambungan listrik gratis di tahun 2019.

"Ada rencana untuk tambahan penyertaan (modal) negara, itu kurang lebih Rp 6 triliun untuk bisa memberikan sambungan-sambungan listrik gratis di tahun ini. Jumlahnya kira-kira 1,2 juta sambungan baru khusus bagi warga yang kurang mampu," kata Jonan seperti dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.

Jonan mengatakan program ini diperintahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk menyerataan listrik di Indonesia. Masyarakat daerah dan kurang mampu berhak menikmati listrik.

"Mikirnya bukan untung rugi, tapi pemerataan pembangunan yang lebih baik. Pemerintah berupaya untuk melayani atau memberikan layanan listrik sebagai layanan dasar masyarakat yang memadai dengan harga yang terjangkau," tegas Jonan.

Program pemberian listrik gratis bagi warga kurang mampu ini menggunakan biaya APBN Kementerian ESDM dan bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini, kata Jonan, sudah mendapatkan penyetujuan dari menteri BUMN, Rini Soemarno.

"Sisanya itu melalui APBN melalui DIPA Kementerian ESDM 100 - 150 ribu sambungan atau layanan penerangan dan ada juga tambahan CSR dari BUMN. Ibu Rini (Menteri BUMN) sudah sepakat tentang hal itu," ujarJonan.

Adapun BUMN yang terlibat dalam program ini adalah PLN, Bulog, Jamkrindo, Pegadaian, Semen Indonesia, Dahana, Perhutani, BRI, Pindad, Telkom & Telkomsel, BNI, Airnav, Askrindo, Waskita, PTPN III Holding (PTPN VIII), Jasa Marga, Jasa Raharja, Jasindo, Biofarma, KAI, Hutama Karya, Telkomsel, Pertamina, Mandiri, Angkasa Pura 2, Pelindo 2, BTN, PIHC, WIKA, PP, PGN, Antam, Taspen, ASDP dan POS.

Pemberian bantuan tersebut diharapkan sebagai bentuk layanan dasar yang diberikan Pemerintah kepada masyarakat. "Pemerintah berupaya untuk melayani atau memberikan layanan listrik sebagai layanan dasar masyarakat yang memadai dengan harga yang terjangkau," tutur mantan Menteri Perhubungan ini.

Pemberian sambungan listrik diharapkan Jonan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan rasio elektrifikasi nasional yang ditargetkan sebesar 99,9 persen di tahun 2019. 

"Saya optimis bisa tercapai," pungkas dia.



(SCI)