Pembangunan Kilang Bontang Masih Belum Jelas

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 19 Oct 2016 07:56 WIB
kilang bontang
Pembangunan Kilang Bontang Masih Belum Jelas
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan pembahasan mengenai pembangunan kilang Bontang yang sampai sekarang ini masih menggantung atau belum jelas kepastian pembangunannya. Adapun rencana pembangunan ini penting agar Indonesia tidak lagi bergantung terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca: Lelang Tahun Depan, Dokumen Kilang Bontang Segera Disiapkan

Direktur Jenderal Migas, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja menyatakan hal tersebut. Bahkan, dirinya tidak menampik, pemerintah masih belum yakin bisa melakukan market sounding yang rencananya dilaksanakan pada Oktober-November 2016.

"Rencananya market sounding sekitar Oktober-November. Tapi ini kan ada diskusi. Belum pasti jadinya," kata Wirat, seperti dikutip dari laman resmi Ditjen Migas, di Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Terkait pembangunan kilang minyak baru ini, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan tanggal 23 Agustus 2016 telah menerbitkan PMK Nomor 129/PMK.08/2016 tentang Perubahan Atas PMK Nomor 265/PMK.08/2015 tentang Fasilitas Dalam Rangka Penyiapan dan Pelaksanaan Transaksi Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.

Penerbitan PMK 129/PMK.08/2016 dikeluarkan untuk mendukung Perpres Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 146 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Pembangunan dan Pengembangan Kilang di Dalam Negeri.

Untuk pembangunan kilang minyak dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), pemerintah menugaskan PT Pertamina (Persero) sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) di mana Pertamina dapat memperoleh fasilitas penyiapan proyek dan atau pendampingan transaksi. Pelaksanaan fasilitas ini juga dapat dibantu oleh Lembaga lnternasional.

Wirat menuturkan, pembangunan Kilang Bontang diperkirakan rampung lima tahun sejak penugasan diberikan. Kilang Bontang akan dibangun di area lahan PT Badak NGL seluas 550 hektare dengan kapasitas 300.000 barel per hari. Selain BBM, kilang ini akan menghasilkan produk petrokimia lainnya.  

Baca: Pertamina Usulkan Skema Baru Bangun GRR Bontang

Sekadar informasi, Indonesia perlu membangun kilang untuk mengurangi ketergantungan impor BBM, menghemat devisa negara dan menjaga stabilitas nilai tukar serta memacu pertumbuhan industri domestik dan pasar tenaga kerja.

Baca: Pertamina Tawarkan Kerja Sama Kilang Bontang ke Rosneft

Kilang dalam negeri Indonesia saat ini, terutama milik Pertamina yaitu kilang Dumai, Sungai Pakning, Plaju, Cepu, Balikpapan, Kasim, Cilacap dan Balongan. Sementara kilang milik swasta yaitu Tuban/TPPI dan TWU.


(ABD)