PLN Resmikan Pembangunan GITET Lengkong 500 kV

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 14 Oct 2016 11:19 WIB
plnproyek 35.000 mw
PLN Resmikan Pembangunan GITET Lengkong 500 kV
Direktur Regional Jawa Bagian Barat Murtaqi Syamsuddin. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Banten: PT PLN (Persero) melakukan peresmian pengoperasian dan groundbreaking pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Lengkong 500 kilo Volt (kV) 2x500MVA di Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, Tangerang-Banten. Pengoperasian ini demi mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Regional Jawa bagian Barat.

Direktur Regional Jawa Bagian Barat Murtaqi Syamsuddin mengatakan, pembangunan GITET ini merupakan bagian dari pembangunan enam GITET yang akan memperkuat sistem kelistrikan Jakarta yaitu GITET Kembangan, GITET Duri Kosambi, GITET Muara Karang, GITET Priok, dan GITET Muara Tawar.

"Pembangunan GITET-GITET 500 kV ini untuk memperkuat sistem Jakarta dan sekitarnya yang dikenal dengan proyek looping Jakarta," kata Murtaqi saat peresmian di Cisauk, Tangerang, Banten, Jumat (14/10/2016).

Murtaqi menjelaskan, GITET 500 kV Lengkong ini dibangun di atas tanah seluas 15 hektare (ha) dan ditargetkan selesai pada awal 2018 dengan pelaksana PT Perfect Circle Engineering. GITET 500 kV Lengkok ini akan mendapat aliran listrik dari PLTGU Muara Karang dan PLTU Tanjung Priok.


PLN Resmikan Pembangunan GITET Lengkong 500 kV. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu)

Segala kesiapan pembangunan sudah dilakukan seperti permasalahan kesiapan tanah hingga pihak kontraktor. PLN juga telah menyelesaikan landclearing dan siap melakukan pembangunan tahap konstruksi.

"Kontrak pembangunan GITET 500 kV Lengkong ditandatangani pada 18 Agustus 2016 dengan nilai kontrak sebesar Rp389 miliar menggunakan pendanaan yang berasal dari anggaran PLN 2016," jelas dia.

Murtaqi menambahkan, proyek ini merupakan salah satu rangkaian dari program 35.000 mw yang saat ini tengah digarap oleh PLN bersama kontraktor swasta dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi sebagai salah satu perwujudan nawacita dari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.


(AHL)