Gelontorkan Rp45 Miliar

PLN Mengalirkan Listrik 24 Jam di 24 Desa di Riau

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 16 May 2018 09:54 WIB
listrikpembangkit listrikplntarif listrik
PLN Mengalirkan Listrik 24 Jam di 24 Desa di Riau
Ilustrasi PLN (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)

Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) menggelontorkan dana sebesar Rp45 miliar untuk mengaliri listrik selama 24 jam di 24 desa di Provinsi Riau. Dengan mengaliri listrik di 24 desa tersebut maka rasio elektrifikasi mencapai 91,1 persen.

General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Irwansyah menjelaskan dengan adanya 24 desa di Riau maka menambah desa yang teraliri listrik hingga Mei 2018. Berdasarkan catatan PLN, desa yang sudah teraliri listrik oleh PLN mencapai 1.672 desa dari 1.835 desa yang ada di Provinsi Riau.

Angka ini menjadikan rasio desa yang teraliri listrik menjadi 91,1 persen. Menurutnya banyak tantangan yang dihadapi PLN dalam mengaliri listrik desa-desa di Riau. Tantangan itu mulai dari keterjangkauan desa dan pendistribusian peralatan kelistrikan.

"Tempat peresmian ini (Desa Teluk Tuasan) saja sudah susah dicapai. Hanya dapat diakses lewat kapal motor selama dua jam dari Tembilahan, Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir dan tidak bisa diakses mengunakan kendaraan roda empat," kata Irwansyah, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Selain itu, ia menambahkan, infrastruktur jalan juga kurang memadai sehingga para petugas dibantu dengan warga melakukan gotong royong memikul tiang-tiang listrik dan material utama lainnya. Tentu ke depan diharapkan persoalan ini bisa segera terselesaikan di masa-masa mendatang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi menerangkan, kondisi listrik di desa-desa tersebut sebelumnya hanya menyala 12 jam saja, itupun dikelola secara mandiri oleh warga. Dengan adanya listrik 24 jam tanpa henti nantinya akan memberi penghematan kepada warga karena biaya lebih murah.

"Sebagai perbandingan sebelum listrik PLN ini masuk, bayar listrik selama 12 jam biayanya setiap warga rata-rata Rp750 ribu setiap bulannya. Tetapi setelah listrik dikelola PLN dengan 24 jam menyala maka biayanya lebih murah dan rata-rata Rp250 ribu. Dengan jam menyala dua kali lipatnya, biayanya lebih murah," pungkas Ahmad Hijazi.

 


(ABD)