PLN Teken 37 MoU dan 2 PPA untuk Pembangkit EBT di Sumatera

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 19 May 2017 12:25 WIB
pln
PLN Teken 37 MoU dan 2 PPA untuk Pembangkit EBT di Sumatera
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PLN (Persero) menandatangani 37 nota kesepahaman (Momerandum of Understanding/MoU) dan dua perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) untuk energi baru terbarukan di Pulau Sumatera.

Direktur Regional Sumatera PLN Amir Rasyidin mengatakan, total kapasitas pembangkit energi baru terbarukan yang akan dibangun untuk melistriki pulau Sumatera tersebut sebesar 283 megawatt (mw).

Para stakeholder yang menandatangani MoU akan membangun PLTM sebesar 150 mw, PLT Biomass sebesar 55 mw, PLT Biogass sebesar 71 mw, dan PLTS sebesar 7 mw.

"Dengan adanya MoU dan PPA ini akan jadi harapan kita untuk melistriki Sumatera," kata Amir di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.

Baca: Indonesia Jadi Pemain Utama Energi Terbarukan di ACD

Saat ini, pembangkit energi baru terbarukan di Sumatera sudah terpasang 1.506 mw. Melalui MoU dan PPA pembangkit EBT diharapkan dapat bertambah signifikan sehingga dapat meningkatkan cadangan listrik di Sumatera.

Pembangunan pembangkit-pembangkit tersebut, lanjut Amir ditargetkan akan selesai ‎dalam kurun waktu 18 sampai 24 bulan ke depan.

"Saat ini pembangkit EBT di regional Sumatera telah mencapai 1.506 mw atau 18 persen dari kapasitas pembangkit terpasang," ‎ucap Amir.

Mengenai cadangan listrik di Sumatera, Amir menyebut cadangan listrik (reserve? margin) di Sumatera masih sangat kecil. Di Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera bagian tengah, Sumatera Barat, Jambi, dan Riau cadangan listrik yang tercatat saat ini hanya 10 persen. Sementara di Sumatera bagian utara cadangan listriknya lebih kecil yakni hanya lima persen.

"Target kami untuk reserve margin 30 persen di 2019," ucap dia.

 


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA