IIF Bidik Pembiayaan Proyek Geotermal di Jawa Timur

Desi Angriani    •    Rabu, 17 May 2017 14:57 WIB
energi terbarukanpenjaminan infrastruktur indonesia
IIF Bidik Pembiayaan Proyek Geotermal di Jawa Timur
Presiden Direktur IIF Ari Soerono. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) berencana menggarap proyek pembangkit listrik geotermal di Jawa Timur tahun ini.

Perusahaan yang berfokus pada proyek infrastruktur itu menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan jangka panjang dalam bentuk Senior Loan (pinjaman jangka panjang) dan Mezzanine (pinjaman subordinasi atau pinjaman kuasi ekuitas).

"Ini kita lagi coba lihat yang menarik geotermal di Jawa Timur. Itu bisa menjadi salah satu yang kita danai tahun ini," ujar Presiden Direktur IIF Ari Soerono dalam forum Indonesia Infrastructure Finance Conference di Grand Hyatt Hotel Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Untuk menggarap proyek tersebut, IIF berencana menggandeng investor asing, lembaga keuangan domestik maupun perbankan. Dalam setiap proyek, IIF hanya bisa mendanai maksimal 35 persen layaknya sistem katalis.

"Tergantung proyeknya, kalau geotermal kita harapkan investor luar tapi tergantung strukturnya bagaimana. Jadi kita enggak bisa sepenuhnya. Metodenya katalis jadi kita mengajak investor lain bisa perbankan bisa juga institusi lain," ungkap dia.

Baca: Pengembangan Geothermal Indonesia Dipromosikan ke Abu Dhabi

Ari menuturkan, sejauh ini IIF membidik pembiayaan terhadap delapan sektor infrastruktur, yakni transportasi, jalan, pengairan, air minum, air limbah, telekomunikasi dan informatika, ketenagalistrikan, dan migas. Pihaknya masih membiayai proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial melalui jaringan bank-bank.

"Kalau saat ini yang banyak itu di power atau listrik, telekomunikasi, transportasi seperti pelabuhan dan airport kemudian infrastrtuktur gas. Saat ini belum kita hanya bisa mendanai proyek yang komersial," tambahnya.

Berdasarkan data IIF, secara kumulatif hingga tahun ini portofolio komitmen pendanaan paling banyak masih akan dilakukan bagi sektor telekomunikasi dengan komposisi 33 persen, minyak dan gas 25 persen serta jalan tol 19 persen.

Sedangkan dari sisi portofolio investasi pinjaman dan ekuitas, sektor power plant mendominasi sebesar 45 persen diikuti oleh jalan tol sebesar 25 persen serta 22 persen telekomunikasi.

Sementara di sektor jalan tol, IIF telah melakukan pembiayaan dengan 20 perbankan dan lembaga pembiayaan lain dalam pembangunan jalan tol Cikopo Palimanan  dengan nilai investasi Rp12,5 triliun.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA