Pertamina Disarankan Membangun Kilang Minyak Baru

Gervin Nathaniel Purba    •    Sabtu, 20 May 2017 14:47 WIB
kilang minyakpertamina
Pertamina Disarankan Membangun Kilang Minyak Baru
Ilustrasi kilang Pertamina. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengembangan kilang lama dan pembangunan kilang baru PT Pertamina (Persero) dinilai membutuhkan investasi besar dan teknologi tinggi. Jika kedua prasyarat itu belum terpenuhi, maka bisa saja Pertamina mengundang investasi asing.

Pengamat Energi Security Dirgo Purbo dan anggota Komisi VII DPR Harry Poernomo sama-sama memandang bahwa selain akan terjadi alih teknologi, proyek kilang juga akan  membuka lapangan kerja. Sehingga hal ini dapat menekan angka pengangguran.

Dalam diskusi bertema "Kedaulatan Energi Kita", Dirgo mengatakan pemerintah sebetulnya sudah memikirkan swasembada bahan bakar minyak.

"Zaman Orde Baru, pemerintah sempat merencanakan empat kilang minyak baru, EXOR 1 , 2, 3, dan 4. Dari empat rencana ini, hanya satu yang dibangun oleh pemerintah, yaitu Kilang Balongan pada 1994. Artinya sudah 20 tahun lebih kita tidak membangun kilang baru," ujar Dirgo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 20 Mei 2017.

Proyek Exor tersebut kurang berhasil antara lain karena pemerintah kesulitan memperoleh bahan baku, yakni minyak mentah (crude oil) untuk memasok kilang. Bagi Dirgo, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak yang dari tahun ke tahun semakin meningkat, tidak ada jalan lain pemerintah melalui Pertamina harus membangun kilang baru.

"Yang membangun kilang tidak harus Pertamina. Boleh-boleh saja swasta, lokal maupun asing yang membangun kilang," katanya.




Sementara itu, Harry menyoroti persoalan yang harus diperhatikan oleh Pertamina dalam membangun kilang adalah jaminan pasokan minyak. Ia mengatakan Komisi VII DPR RI selalu mendukung langkah Pertamina mengembangkan kapasitas kilang yang sudah ada dan membangun kilang baru.

"Yang menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana dengan jaminan pasokan minyak mentahnya? Kita sangat tergantung dengan pasokan minyak mentah dari luar. Jika terjadi gejolak politik atau terjadi bencana alam di negara pemasok, akan mengakibatkan pasokan minyak mentah terganggu. Di sini lah pentingnya jaminan pasokan minyak mentah jika PT Pertamina mau membangun kilang baru," jelas mantan Direktur Hilir Pertamina itu.

Dirinya juga menyoroti mengenai pendanaan pembangunan kilang minyak. Menurut Harry, sebaiknya, dana yang digunakan untuk membangun kilang tidak berasal dari APBN. Ia menyarankan dana dari APBN sebaiknya dimanfaatkan untuk proyek lain.

"Kita bisa undang investor asing untuk bersama-sama PT Pertamina membangun kilang minyak baru," pungkasnya.


(AHL)