BPH Migas: 2 Proyek Pipa Mangkrak karena tak Ada Pasokan Gas

Annisa ayu artanti    •    Senin, 17 Jul 2017 22:38 WIB
migas
BPH Migas: 2 Proyek Pipa Mangkrak karena tak Ada Pasokan Gas
.Illustrasi. ANT/,Wahyu Putro.

Metrotvnews.com, Jakarta: BPH Migas menyampaikan kepada Komisi VII DPR-RI bahwa ada dua proyek pipa transmisi yang mangkrak. Padahal kontrak itu sudah diteken sejak 11 tahun lalu.

Kepala BPH Migas, Fanshurullah menyebutkan dua proyek tersebut adalah proyek pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang dan proyek pipa transmisi ruas Kalimantan-Jawa (Kalija) II.

Pipa Cirebon-Semarang sudah dilelang sejak 2006. Pemenang lelang adalah PT Rekayasa Industri (Rekind). Namun, pembangunan pipa Cirebon-Semarang masih belum berjalan. Kendala pembangunan ini muncul dari Rekind. Pihak Rekind katanya, mengeluhkan suplai gas dari pipa itu dan pihaknya juga belum mendapatkan pembeli gas dari pipa tersebut.

"Untuk Cirebon semarang sudah 11 tahun ini PT Rekayasa Industri sudah kami panggil pada 6 Juli 2017 untuk minta kepastian bangun pipa ini, karena seperti disampaikan ini telur dan ayam. Salah satu yang dikeluhkan PT Rekayasa Industri ini, karena kendala pasokan gas dan shippernya," jelas Fanshurullah di Komplek Parlementer Senayan Jakarta, Senin 17 Juli 2017.

Oleh karena itu, BPH Migas memberi batas tenggang kepada Rekind untuk memberi kepastian pembangunan pipa tersebut hingga 15 September 2017.

"Jadi ada batas waktu akrena hampir 11 tahun belum realisasi pembangunan ini. Kami mendesak walaupun belum ada alokasi gas," ucap Fanshurullah.

Sementara untuk proyek pipa transmisi ruas Kalimantan-Jawa (Kalija) II, Fanshurullah melanjutkan, proyek ini juga terkendala sumber pasokan gas. Pipa transmisi ruas Kalija II ini terancam tidak mengalirkan gas karena gas dari Lapangan Kepodang, sumber gas pipa tersebut, habis lebih cepat dari yang diperkirakan.

"Pipa Kalija II kendala utamanya belum terdapat alokasi gas. Badan usaha tidak bisa bangun, tidak bisa dapat pinjaman bank karena tidak ada kepastian pasokan gasnya," jelas Fanshurullah.

Seperti diketahui dalam rencana pengembangan (Plan of Development/PoD), Lapangan Kepodang diproyeksikan dapat memproduksi gas hingga tahun 2026. Namun ternyata gas lapangan tersebut habis di 2018.


(SAW)