Indonesia Diajak Pakai Pembangkit Baru

   •    Sabtu, 15 Apr 2017 11:22 WIB
pembangkit listrik
Indonesia Diajak Pakai Pembangkit Baru
Ilustrasi pembangkit listrik. (FOTO: MI/Galih Pradipta)

Metrotvnews.com, Malaysia: Perusahaan penyedia teknologi terkemuka asal Amerika Serikat, General Electric (GE), menawarkan kerja sama penerapan teknologi ultrasupracritical ke Indonesia.

Teknologi untuk pembangkit listrik itu diklaim lebih ramah lingkungan serta mampu menekan biaya operasional sedikitnya lima persen lebih murah.

"Biaya bisa ditekan karena tingkat efisiensi mencapai 38 persen hingga 42 persen. Teknologi ini telah diterapkan di pembangkit listrik Tenaga Nasional Berhad (TNB) Janamanjung, Perak, Malaysia, yang memiliki kapasitas 3.100 megawatt," ujar Regional Sales Leader Asia-Pacific GE Steam Power System Massimo Gallizioli saat mengunjungi TNB Janamanjung, Perak, Malaysia.

Menurut Gallizioli, tren di Asia Tenggara saat ini untuk pemanas pembangkit listrik yang menggunakan supracritical ataupun ultrasupracritical. Itu adalah salah satu pembangkit terbesar di Malaysia dan di Asia Tenggara.

Indonesia, lanjut dia, dianggap sebagai pasar yang besar untuk memanfaatkan teknologi yang lebih baik termasuk ultrasupracritical. Dia juga mengungkapkan GE siap membantu dan mendukung PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai penyedia listrik nasional untuk menggunakan teknologi tersebut.

Baca: GE Indonesia: Listrik Memadai Picu Minat Investasi di Indonesia

Lebih jauh dijelaskan, teknologi ultrasupracritcal merupakan pemanas batu bara untuk pembangkit listrik tanaga uap dengan kapasitas di atas 300 megawatt.

"Ultrasupracritical mampu melistriki 300 megawat, untuk 100-300 megawat kami punya supracritical dan di bawah 100 megawat kami punya subsupracritical," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Managing Director TNB Janamanjung Datuk Shamsul Ahmad mengatakan pihaknya kini memilik empat unit pemanas pembangkit listrik. Unit yang keempat merupakan hasil kerja sama dengan GE yang menggunakan teknologi ultrasupracritical.

"Unit 4 yang memiliki teknologi ultrasupracritical ini kami bangun selama 48 bulan serta memiliki investasi sebesar USD6 miliar," ujar Ahmad.

TNB Janamanjung, lanjut Ahmad, memiliki kapasitas 1.300 megawatt yang merupakan 25 persen dari total kekuatan listrik di seluruh Malaysia. "Kami 25 persen penyuplai ke seluruh Malaysia," tutupnya.

Industri digital

Dari Tanah Air, General Electric (GE) Indonesia mendorong Indonesia mulai fokus kepada teknologi industrial digital.

CEO of GE Indonesia Handry Satriago mengatakan, untuk mencapai hal tersebut, Indonesia harus meningkatkan efisiensi, mempercepat pertumbuhan produktivitas, dan diversifikasi ekonomi.

Dari situ akan diperoleh hasil terbaik yang dapat dicapai, akan terealisasi dengan memanfaatkan inovasi digital yang mulai mengubah industri, yaitu industri daring (internet).

"Industrial internet mulai mengubah industri di seluruh dunia, dari sektor pembangkit dan distribusi listrik, kesehatan, transportasi, hingga manufaktur. Industrial internet memadukan analisis big data dan cloud dengan mesin-mesin industri sehingga menghasilkan efisiensi yang lebih baik serta peningkatan kerja operasional."

Indonesia, lanjut dia, memiliki kesempatan mempercepat adopsi teknologi baru itu.

Sebagai langkah awal membawa industrial internet ke Indonesia, GE melakukan penandatanganan beberapa nota kesepahaman dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait dengan pengembangan ekosistem industrial internet of things (IIOT). (Media Indonesia)


(AHL)