Minat Investasi Turun Berdampak ke Pertumbuhan Ekonomi Daerah Lumbung Energi

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 15 Jul 2017 12:15 WIB
energikementerian esdm
Minat Investasi Turun Berdampak ke Pertumbuhan Ekonomi Daerah Lumbung Energi
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan turunnya minat investasi energi berdampak pada pergerakan pertumbuhan ekonomi. Khususnya, Kalimantan yang merupakan salah satu lumbung energi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar saat rapat kordinaai pemerintah di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam konferensi persnya Arcandra menjelaskan, dibandingkan dengan 2015, saat ini investasi di sektor energi mengalami penurunan sekitar 12 persen, terutama untuk sektor minyak dan gas bumi (migas) di bidang eksplorasi dan produksi yang turun hingga 26 persen.

Indonesia salah satu negara yang terkena imbasnya. Pergerakan pertumbuhan ekonomi tidak terlalu signifikan dengan adanya penurunan investasi tersebut.

"Efeknya ke Indonesia banyak pengaruhnya. Terutama untuk Kalimantan karena daerah ini kaya energi. Kita lihat sendiri pertumbuhan ekonomi yang tidak signifikan ini disebabkan oleh turunnya investasi di bidang energi, terutama migas," kata Arcandra seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu 15 Juli 2017.

Oleh karena itu, Arcandra mengatakan, perlu usaha supaya kondisi ekonomi daerah lumbung energi itu pada saat harga energi dan komoditas tidak begitu menggembirakan, tetap dapat diperbaiki.

"Ke depannya, sesuai dengan amanat peraturan pemerintah, energi akan menjadi modal pembangunan nasional, di mana rantai pengolahan tidak hanya sampai material mentah, namun sehjauh mungkin kita kembangkan," jelas dia.




Ia mencontohkan seperti gas yang dihasilkan dari dalam perut bumi Indonesia sebaiknya diolah untuk dijadikan produk petrokimia yang memiliki nilai tambah. Menurutnya, hal tersebut akan lebih baik ketimbang mengekspor Liquefied Natural Gas (LNG).

"Contohnya gas, diolah hingga produk petrokimia yang memiliki nilai tambah yang lebih besar daripada menjual gas dalam bentuk LNG," imbuh dia.

Tak hanya migas saja yang disinggung Arcandra dalam rapat kordinasi tersebut. Ia juga menuturkan mengenai tambang batu bara yang pengembangannya bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap dan gas batu bara.

Ia berujar, tambang ini perlu didorong dan ditingkatkan karena dapat menunjang ketersediaan listrik bagi industri tambang yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

"Yang kita harapkan kalau kita membangun listrik di mulut tambang, akan lebih murah mentransfer listrik lewat transmisi daripada mentransfer batu bara," ucap dia.

Selain hal-hal tersebut, rapat koordinasi ini juga menghasilkan rekomendasi dan kesepakatan terkait percepatan penguatan infrastruktur listrik dan energi, peningkatan efisiensi, konservasi energi, pengembangan energi baru dan terbarukan, penyelarasan target fiskal yang mendukung kebijakan energi, serta penguasaan teknologi dan peningkatan nilai tambah (hilirisasi).

"Selanjutnya, ke depan semoga kita dapat mencari strategi yang lebih baik yang bisa membantu daerah, terutama yang kaya energi, supaya pertumbuhan ekonominya dapat kembali seperti sedia kala," pungkas dia.


(AHL)