PLN Bakal Pasok Listrik ke Malaysia

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 15 Nov 2017 19:43 WIB
plntarif listrik
PLN Bakal Pasok Listrik ke Malaysia
PLN Bakal Pasok Listrik ke Malaysia. (FOTO: dokumentasi PLN)

Jakarta: PT PLN (Persero) akan memasok listrik sebesar 300 megawatt (mw) ke Sabah, Malaysia. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait pengembangan PLTU dengan kapasitas 2x200 mw di Provinsi Kalimantan Utara atau Provinsi Kalimantan Timur, jaringan interkoneksi Kalimantan-Sabah dan Penyediaan Tenaga Listrik Lintas Negara.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Presiden Direktur Tenaga Nasional Berhad (TNB) Datuk Seri Ir Azman Mohd, dan Managing Director Sabah Electricity Sdn Bhd (SESB) Abd Razak Sallim.

Sofyan menjelaskan, penandatanganan MoU tersebut ditujukan untuk pembangunan PLTU dan untuk memanfaatkan sumber batu bara yang melimpah di Kalimantan serta mengirim tenaga listrik sampai dengan 300 mw dari Kalimantan ke Sabah dalam perspektif rencana jangka panjang pengembangan daya optimal untuk Sabah dan Kalimantan.

Selain itu, proyek ini juga sebagai bagian dari rencana interkoneksi daya trans-Borneo yang penyaluran tenaga listriknya difasilitasi oleh jaringan interkoneksi Kalimantan-Sabah. Hal ini sesuai dengan skema Penyediaan Tenaga Listrik Lintas Negara (sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2012 tentang Jual Beli Tenaga Listrik Lintas Negara, yang dimulai pada 2021 atau tanggal yang ditentukan kemudian.

Proyek ini diharapkan dapat mewujudkan pembangunan proyek PLTU yang akan meningkatkan kestabilan sistem kelistrikan Kalimantan-Sabah.

"Ini merupakan langkah sangat strategik dan bagian dari ASEAN Grid, khususnya Kalimantan ke Sabah. Kalimantan ada banyak sumber daya energi yang dapat dimanfaatkan. Semoga MoU ini menjadi awal dan terus berlanjut bagi Indonesia-Malaysia serta dapat memberikan benefit bagi TNB, SESB, dan PLN. Proyek ini jika dilihat secara cermat mendatangkan keuntungan secara bisnis. Mudah-mudahan dalam waktu yang cepat bisa kita sepakati langkah-langkahnya," ujar Sofyan dalam keterangan tertulisnya, Rabu 15 November 2017.

Datuk Seri Ir Azman Mohd juga menuturkan, kerja sama antara dua negara ini bermula dari pertemuan BIMP-EAGA pada 26 Juli 2017 di Bintulu, Sarawak tentang program ASEAN Grid, khususnya rencana Kalimantan-Sabah Cross Border Interconnection.

"Kerja sama ini adalah proyek bersejarah. Kita sama-sama berdoa agar proyek ini dapat direalisasikan. Proyek ini menyatukan hubungan Indonesia-Malaysia dan membuka peluang kerjasama antara kedua negara," kata Azman.

Nantinya, PLN, TNB, dan SESB akan bekerja sama dan berkolaborasi untuk melakukan studi kelayakan pelaksanaan proyek, di antaranya studi sistem, teknologi, tambang batu bara, model bisnis, isu lintas negara, dan lainnya. Setelah studi kelayakan proyek dilakukan dan proyek dinyatakan layak, maka kerja sama ini akan ditingkatkan dalam bentuk Definitive Agreement (PPA atau PEA atau model kontrak yang lain).


(AHL)