Vivo Jual LPG Murah, Pertamina: Itu Gimmick Marketing

Annisa ayu artanti    •    Senin, 27 Nov 2017 15:07 WIB
vivo
Vivo Jual LPG Murah, Pertamina: Itu <i>Gimmick Marketing</i>
LPG Vivo. MTVN/Annisa Ayu.

Jakarta: PT Pertamina (Persero) memandang pesaingnya di dunia bisnis hilir migas yakni PT Vivo Energy Indonesia hanya menjual gimmick pada setiap produk yang dikeluarkan seperti dengan menawarkan harga yang murah jika dibandingkan harga pasar.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan perseroan sebagai perusahaan yang telah lama bermain di industri hilir migas khususnya elpiji siap bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain.

"Kalau elpiji kan memang terbuka saja. Ya (Pertamina siap bersaing) itu kan gimmick marketing," ucap Adiatma kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Senin, 27 November 2017.

Adiatma menjelaskan, harga elpiji yang dijual perseroan bergantung pada harga CP Aramco. Jadi untuk merubah harganya tergantung posisi harga CP Aramco.

"(Harga) Nanti kan itu pengaruh minyak naik itu kan CP Aramco naik," kata dia.

Lalu mengenai potensi pangsa pasar yang akan lebih tergerus akibat adanya elpiji Vivo, ia tidak terlalu memperdulikan. Pertamina terbuka dengan keberadaan pesaingnya.

"Kan kita memang dibolehkan. Kita sih tidak apa-apa," pungkas dia.

Sebelumnya, Vivo melalui afiliasinya PT Sierra Nusa Gas akan menjual produk elpiji yang diberinama Nusagas dengan kisaran harga Rp25.500 sampai Rp460 ribu. Harga itu diyakini akan menjadi harga yang termurah.

Corporate Communication PT Vivo Energy Indonesia, Maldi Al-Jufrie mengatakan akan memasarkan produk LPG dengan varian tabung yang berbeda-beda. Mulai dari 4,5 Kg, 8 Kg, 15 Kg, dan 60 Kg dengan masing-masing harga sebesar Rp25.500, Rp56 ribu, Rp110 ribu, dan Rp460 ribu. Harga tersebut belum termasuk tabung.

"Harga untuk 4,5 kg ke end user Rp25,5 ribu. Delapan kg Rp56 ribu. 15 kg Rp110 ribu. 60 kg Rp460 ribu," sebut Maldi di Kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat 24 November 2017.

Maldi menjelaskan, produk LPG yang dijualnya merupakan produk non-subsidi. Namun konsep penjualannya dijanjikan tidak akan membebani masyarakat. Artinya bisa dibilang akan lebih murah dari produk LPG keluaran PT Pertamina (Persero).

"Nanti konsepnya kami tidak memberatkan masyarakat. Itu harga diluar tabung," ucap Maldi.


(SAW)