Target Investasi USD50 Miliar,

Kementerian ESDM Kembali Pangkas 22 Perizinan

Kautsar Widya Prabowo    •    Senin, 12 Feb 2018 15:08 WIB
korupsi di esdm
Kementerian ESDM Kembali Pangkas 22 Perizinan
Gedung Kementerian ESDM (Dokumentasi Setkab)..

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memangkas 22 perizinan di sektor energi untuk meningkatkan investasi. Sebelumnya Kementerian ESDM sudah memangkas 32 perizinan untuk menarik minat investasi.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan perizinan untuk sektor minyak dan gas bumi dipangkas dari sepuluh menjadi tujuh, sektor ketanagalistrikan dipangkas dari dua menjadi satu, sektor mineral dan batu bara dipangkas dari enam menjadi satu, enegi baru terbarukan dan konservasi energi dipangkas dari enam menjadi dua, serta untuk SKK Migas dipangkas dari 27 peraturan menjadi 18.

"Dari 51 peraturan menjadi 29, jadi jumlah netonya yang dicabut 22 peraturan, mudah-mudahan ini dapat mendorong investasi besar," ujar Jonan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Februari 2018.

Jonan menjelaskan pihaknya menargetkan total investasi tahun ini sebanyak USD50 miliar atau dua kali lipat dari tahun lalu yang sebesar USD26 miliar agar pertumbuhan ekonomi semakin meningkat.

"Untuk memacu investasi, pemerintah saat ini memiliki 20 persen investasi dari sektor ESDM, kita membutuhkan peningkatan ekonomi untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Kementerian ESDM telah memangkas 32 perizinan, terdiri sektor minyak dan gas bumi ada sebelas peraturan yang dicabut, sektor ketenagalistrikan ada empat peraturan yang dicabut, mineral dan batu bara sebanyak tujuh peraturan yang dicabut, enegi baru terbarukan dan konservasi energi sebanyak tiga peraturan yang dicabut, dan peraturan tata kelola dari SKK Migas sebanyak tiga peraturan yang dicabut.

Pemangkasan perizinan ini sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Jokowi menilai semua indikator makro ekonomi membaik namun minat investasi belum seperti yang diharapkan. Jokowi meminta penghambat seperti perizinan dibenahi untuk mendongkrak minat investasi.

Namun meski sudah banyak peraturan yang dicabut, baik Jonan maupun jajaran direktur jenderal serta Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar tidak ada yang menjelaskan secara spesifik berapa besar pengaruh penghapusan peraturan tersebut terhadap minat investasi di sektor energi.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan penghapusan perizinan-perizinan yang tidak perlu dan tidak relevan ini sudah mengurangi problem-problem terkait investasi energi yang ada.  "Selama itu (perizinan) kita tenggarai seperti itu," pungkas Ego.



(SAW)