2018, BPH Migas Lelang 3 Ruas Pipa Gas Bumi

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 10 Jan 2018 07:46 WIB
migaspengelolaan gas bumigasbph migasjaringan gas bumi
2018, BPH Migas Lelang 3 Ruas Pipa Gas Bumi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Hermanus Prihatna)

Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan melakukan lelang tiga ruas pipa gas bumi sepanjang 1.667 kilometer (km) di 2018 ini. Lelang yang dilakukan ini diharapkan bisa diminati dan nantinya memberikan efek terhadap ketersediaan gas bumi di Indonesia.

"Pada 2018 ini akan mencoba melelang ‎kan ada tiga ruas pipa," kata Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, seperti diberitakan Rabu, 10 Januari 2018.

Ia menambahkan ruas pipa yang akan dilelangkan tersebut adalah ruas Natuna-Kalimantan dengan panjang 487 km. Ruas ini memiliki nilai investasi sekitar USD565 juta. Kemudian, ruas Kalimantan Barat-Kalimantan Tengah sepanjang 1.018 km dengan nilai investasi USD516,4 juta.

Selain itu ada Kalimantan Tengah-Kalimantan Selatan yang memiliki panjang 162 km dengan investasi USD97 juta. ‎"Total semua USD1,25 miliar," ujar dia.

‎Jika semua pipa gas tersambung, mulai dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan akan terhubung jaringan pipa gas. Untuk di Jawa dan Kalimantan akan terhubung dengan pipa Kalimantan-Jawa (Kalija).

"Ini nanti pipa ketemu pipa Kalija yang dari bontang masuk ke Kalimantan masuk ke Jawa Tengah. Jadi nanti semua pipa terintegrasi masuk ke Nantuna, ke Batam, Batam masuk ke wilayah Sumatera, jadi dalam satu lingkaran 360 derajat," jelas dia.

Selain untuk memenuhi kebutuhan gas di daerah, menurut Fanshurullah, pembangunan pipa ini merupakan antisipasi penyediaan energi jika ibu kota Indonesia pindah ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

‎"Apalagi kalau nanti memang ada kebijakan Bappenas, misalnya, kita sudah siapkan energinya kalau memang ada wacana ibu kota akan dikembangkan di Kalteng," imbuh dia.

Lalu terkait konsumen, Fanshurullah menjamin akan banyak konsumen yang menyerap gas bumi yang disalurkan oleh pipa-pipa itu. Sebab keberadaan pipa menjadi daya tarik sendiri untuk membangun kawasan industri.

"Permintaan dari mana, permintaan dari PLTG Kalbar, kawasan industri feronikel. Kalau pipa ini dibangun bisa untuk kawasan industri dan termasuk juga jargas kawasan rumah tangga di sepanjang Kalimantan," tutup dia.


(ABD)