Jonan Dorong Percepat Pemanfaatan Panas Bumi

Cahya Mulyana    •    Kamis, 06 Sep 2018 12:55 WIB
panas bumi
Jonan Dorong Percepat Pemanfaatan Panas Bumi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Foto: MI/Susanto.

Jakarta: Pemerintah mendorong pengembangan panas bumi dengan melakukan sejumlah terobosan. Tujuannya, agar target kapasitas terpasang panas bumi sebesar 7.200 MW dan bauran EBT sebesar 23% pada 2025 bisa tercapai.
 
"Pengembangan panas bumi harus dipercepat, dan berbagai project segera dieksekusi, agar target kapasitas terpasang panas bumi sebesar 7.200 MW dan bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025 bisa tercapai," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan saat membuka Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis, 6 September 2018.
 
Menurut dia, potensi panas bumi Indonesia mencapai 28,5 Giga Watt (GW). Rinciannya, total cadangan sebesar 17,5 GW dan sumber daya sebesar 11 GW. Sedangkan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) saat ini sebesar 1.948,5 MW.
 
"Hingga akhir 2018, diharapkan kapasitas PLTP akan meningkat menjadi 2 GW dengan masuknya beberapa pembangkit yang saat ini dalam tahap penyelesaian,"katanya.
 
Pemerintah telah menetapkan kebijakan terobosan mencakup penugasan BUMN untuk mengembangkan wilayah kerja panas bumi dan penyederhanaan perizinan.
 
Selain itu juga penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi kepada badan usaha, mengurangi risiko eksplorasi dengan mekanisme geothermal fund dan program government drilling.

Baca: Pemerintah Tawarkan PLN 5 Wilayah Kerja Panas Bumi

Tahun ini Kementerian ESDM juga menerbitkan Permen ESDM No. 33 Tahun 2018 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data dan Informasi Panas Bumi untuk Pemanfaatan Tidak Langsung dan Permen ESDM No. 37 Tahun 2018 tentang Penawaran Wilayah Kerja Panas Bumi, Pemberian Izin Panas Bumi, dan Penugasan Pengusahaan Panas Bumi.
 
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana mengatakan, perlu dukungan dan kolaborasi bersama untuk mewujudkan komitmen percepatan pengembangan panas bumi. Tidak hanya Pemerintah namun juga pelaku usaha, asosiasi, maupun akademisi.
 
"Dengan penyelenggaraan IIGCE 2018, Pemerintah mengharapkan akan ada inovasi dan terobosan lainnya untuk mempercepat pengembangan panas bumi di tanah air," kata Rida.




(FZN)