Penjelasan Wamen ESDM Hapus Batas Atas Bonus Tanda tangan

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 18 May 2018 07:43 WIB
migas
Penjelasan Wamen ESDM Hapus Batas Atas Bonus Tanda tangan
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar memberi penjelasan mengenai penghapusan batas atas bonus tanda tangan atau signature bonus oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang wajib dibayarkan untuk wilayah kerja migas yang habis masa kontraknya atau terminasi.

Arcandra mengatakan penghapusan batas atas bonus tanda tangan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pendapatan negara. Ia menghitung kemungkinan Net Present Value (NPV) yang diperoleh negara lebih besar.

"Karena ada kemungkinan NPV-nya USD1 miliar. Jadi bisa lebih tinggi untuk negara," kata Arcandra, di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

Baca: Pemerintah Tetapkan Bonus Tanda Tangan Wilayah Kerja Terminasi

Arcandra menuturkan perhitungan bonus tanda tangan dilakukan berdasarkan formula. Jika cadangan migas yang ada dalam suatu wilayah kerja migas besar maka bonus tanda tangannya yang wajib disetorkan ke negara juga akan besar.

"Kan sudah saya terangin rumus formulanya," ucap dia.

Baca: Menteri ESDM Hapus Batas Atas Pembayaran Bonus Tanda Tangan

Kendati demikian, Arcandra meyakini, penghapusan batas atas pada bonus tanda tangan tidak akan berdampak pada penurunan minat investasi. Apalagi, pemerintah telah menetapkan bonus tanda tangan sesuai perhitungan dari formula yang berlaku.

"Sekarang terbuka saja, kan ada formulanya," pungkas dia.

Adapun perhitungan besaran bonus tanda tangan dijabarkan pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 1794 K/10/MEM/2018.

 


(ABD)