Menteri BUMN Belum Memahami Polemik Premium

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 10 Apr 2018 11:38 WIB
premium
Menteri BUMN Belum Memahami Polemik Premium
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Metro Bisnis)

Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku belum memahami polemik mengenai premium. Hal tersebut menyusul kebijakan pemerintah mengubah status penugasan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali).

"Saya belum mengerti (permasalahan) premium, belum mengikuti, maaf. Maaf. Maaf. Bener. Saya enggak ada komentar. Maaf. Maaf," ujarnya usai rapat koordinasi beras di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 10 April 2018.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito sebelumnya menjelaskan keuangan PT Pertamina (Persero) akan terganggu lantaran kewajiban wilayah pasokan premium bertambah.

Namun demikian, perseroan masih berfikir positif bahwa pemerintah akan membantu memecahkan masalah keuangan yang diderita Pertamina.

"Ya tidak bilang rugi ya. Mustinya kan pemerintah sudah ada solusinya nanti bagaimana," kata Adiatma, saat dihubungi wartawan, Senin, 9 April 2018.

Adiatma menegaskan, sebagai perusahaan pelat merah akan mengikuti aturan main dari pemerintah. Saat ini Pertamina juga tengah menunggu revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang daerah penugasan tersebut.

"Kita ikut aturan yang ada. Pokoknya intinya Pertamina ikuti keputusan pemerintah," ujar Adiatma.

 


(AHL)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA