2016, Pendapatan Pertamina Turun USD5,27 Miliar

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 16 Mar 2017 17:22 WIB
pertamina
2016, Pendapatan Pertamina Turun USD5,27 Miliar
Ilustrasi Gedung Pertamina. (FOTO: Antara/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pertamina (Persero) tahun buku 2016 mencatat penurunan pendapatan perusahaan sebesar USD5,27 miliar menjadi USD36,49 miliar dibandingkan tahun lalu sebesar USD41,76 miliar.

Direktur Gas Pertamina yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Direktur Utama Pertamina Yenni Andayani mengakui pendapatan perusahaan 2016 mengalami penurunan. Namun demikian, penurunan tersebut terbantu dengan beberapa efisiensi sehingga perseroan mencatat laba bersih sebesar? USD3,15 miliar.

"Dari beberapa unsur kinerja finansial dibandingkan dengan 2014-2015-2016. Dapat kita lihat walaupun pendapatan menurun dari 2014-2015-2016, kita perhatikan laba bersih naik lebih dari dua kali lipat," kata Yenni saat konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis 16 Maret 2017.

Tercatat, laba bersih Pertamina meningkat dari tahun lalu sebesar? USD1,42 miliar menjadi USD3,15 miliar. Laba operasi juga mengalami peningkatan dari tahun lalu sebesar USD3,92 miliar menjadi USD6,19 miliar.

Baca: Pertamina Targetkan Laba Bersih USD3 miliar di 2017

Menurutnya, dalam laporan kinerja keuangan yang perlu diperhatikan adalah EBITDA margin perusahaan. Pada tahun lalu, EBITDA margin menunjukan peningkatan 20,73 persen dari tahun lalu sebesar USD5,13 miliar menjadi USD7,56 miliar.

"Yang paling utama EBITDA margin terus membaik sejak 2014. Hal ini menunjukan bahwa Pertamina mampu melakukan program efisiensi yang mendukung hasil kinerja finansial," ujar Yenni.

Yenni menjelaskan, sebagai? perusahaan yang bergerak di sektor migas, harga minyak dunia sangat menentukan kinerja perusahaan. Namun sayangnya harga minyak sempat merosot, di mana faktor eksternal ini tidak bisa dikontrol oleh perseroan.

Dia menegaskan, agar tidak terpuruk dengan kondisi harga minyak yang sempat melemah, maka perusahaan melakukan banyak efisiensi. Perusahaan pelat merah tersebut melakukan efisiensi sampai USD2,67 miliar.

Baca: Efisiensi Dorong Laba Bersih Pertamina Capai USD3,14 Miliar di 2016

"Yang dilakukan Pertamina selain efisiensi juga bagaimana kegiatan operasional dapat dilakukan dengan baik. Melalui beberapa breakthrough 2016 Pertamina mampu melakukan efisiensi sampai USD2,67 miliar," jelas dia.

Adapun total aset yang tercatat hingga 31 Desember 2016, sebesar USD47,2 miliar atau naik 93 persen dari tahun lalu USD45,5 miliar. Lalu total ekuitas tercatat USD22,07 miliar atau naik 107 persen dari tahun lalu.

Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman menambahkan, dividen yang disetorkan oleh perseroan tercatat sebesar Rp12,1 triliun dari total laba. "Jadi dividen kurang lebih Rp12,1 triliun dari laba atau 29 persen dari laba bersih," pungkas Arief.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA