PLN Hemat Rp18 Triliun Usai Harga Batu Bara Diteken

Desi Angriani    •    Jumat, 09 Mar 2018 14:13 WIB
listrikpembangkit listrikbatu baraplntarif listrik
PLN Hemat Rp18 Triliun Usai Harga Batu Bara Diteken
Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso (Foto: MTVN/Desi Angriani)

Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) mengapresiasi keputusan pemerintah terkait penetapan harga batu bara sebesar USD70 per ton untuk kebutuhan listrik nasional. Keputusan itu berdampak positif bagi penurunan biaya produksi.

Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan PLN mampu berhemat hingga RP18 triliun dari Harga Batu Bara Acuan (HBA) yang saat ini sebesar USD101,86 per ton. "Secara rata-rata kita akan berhemat kira-kira USD18 triliun jika HBA USD100 per ton," ujar Iwan, dalam sebuah jumpa pers, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.

Iwan menerangkan volume maksimal pembelian batu bara untuk pembangkit listrik dipatok 100 juta ton per tahun atau sesuai dengan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik. Jika kebutuhan sebesar 85 juta ton, perseroan dapat berhemat Rp118, sementara untuk kebutuhan 89 juta ton akan menghemat RP70 triliun.

"Kita bisa berhemat Rp118 triliun untuk kebutuhan 85 juta ton. Kalau 89 juta ton kira-kira Rp70 triliun," tutur dia.

Menurutnya penetapan harga tersebut sejalan dengan keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif dasar listrik hingga 2019. Disamping itu, PLN hampir putus asa untuk melanjutkan pembangunan sejumlah pembangkit lsitrik di wilayah 3 T (terluar, terdepan dan tertinggal) lantaran HAB 2017 diasumsikan USD63 per ton menjadi USD101,86 per ton pada 2018.

"Kami hampir putus asa ketika harga batu bara tinggi tidak ada anggaran lagi membangun listrik di daerah 3T," pungkas Iwan.


(ABD)