Sofyan Basyir Curhat Penurunan Laba Bersih PLN

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 11 Oct 2017 19:50 WIB
pln
Sofyan Basyir Curhat Penurunan Laba Bersih PLN
Dirut PLN Sofyan Basir. ANT/Puspa Perwitasari.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PLN (Persero) menyatakan ada beberapa penyebab yang membuat laba perseroan merosot belakangan ini. Salah satunya adalah penetapan tarif tenaga listrik yang tidak berubah dan harga batu bara.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR-RI. 

Ia curhat banyaknya tekanan-tekanan yang membuat laba PLN terus turun. Tarif listrik adjustment untuk 12 golongan tidak mengalami perubahan sepanjang 2017. Lalu, harga batu bara yang selama tujuh bulan terus melonjak.

"Kenapa laba turun? Tarif dikunci, biaya tidak terkendali dilepas, harga batu bara enam tujuh bulan ini naik. Tekanan biaya  batu bara saja itu Rp10 triliun lebih. Harga batu bara naik tidak bisa dikontrol," curhat Sofyan di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Mengenai batu bara, Ia mengungkapkan, perseroan sudah memohon dan meminta banyak pihak untuk mendukung kebijakan harga batu bara khusus PLN. PLN meminta untuk kuota 80 juta ton tidak mengikuti harga pasar. Tetapi dihitung berdasarkan biaya produksi plus margin sekian persen untuk penambang (cost plus margin). 

"Kami sudah minta semua pihak mengenai DMO. Tolong harga jangan sama dengan ekspor. Ada 500 juta ton yang diekspor. Kami minta 80 juta ton tidak disamakan demi untuk tarif tidak naik. Tetapi ini tidak ada yang bisa bantu kami," kata dia.

Karena tidak ada yang membantu merenggangkan tekanan-tekanan tersebut, salah satu cara yang dilakukan PLN dalam mengatasi penurunan laba ini adalah menekan harga listrik dari pemasok.

"Memang kami harus akrobat. Itu kendala yang kami alami hari ini. Bagaimana bergerak laba (bisa) turun, tapi tarif terkunci. Ini menjadi semua komponen elemen ini menekan ya ke PLN. Sampai hari ini gak ada solusi. Solusi lain kami menekan para pemasok, yaitu untungnya semua IPP jadi rendah harganya," sebut dia.

Selain itu, PLN juga melakukan efisiensi-efisiensi di segala lini. Seperti diketahui, pencapaian laba bersih PLN pada semester I-2017 mencapai Rp2,3 triliun. Capaian ini laba ini lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu.  

Capaian laba ini disebabkan oleh beberapa hal yang bersifat insidental, yaitu meningkatnya beban lain-lain di luar operasi yang bersumber dari beban tahun 2013 sebesar Rp3,1 triliun dan berkurangnya pendapatan selisih kurs Rp2,1 triliun.





(SAW)