Pertamina Resmi Kelola Blok Terminasi

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 07 Feb 2018 15:58 WIB
pertamina
Pertamina Resmi Kelola Blok Terminasi
Pertamina. (Ant/Andika Wahyu).

Jakarta: PT Pertamina (Persero) resmi mengelola delapan blok yang habis masa kontraknya (terminasi) tahun ini. Kedelapan blok terminasi tersebut adalah Blok NSO, Tengah, Tuban, Ogan Komering, Sanga Sanga, Southeast Sumatera, East Kalimantan, dan Attaka.

Pernyataan itu diungkapkan secara tidak langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) R Gunung Sardjono Hadi dalam sebuah diskusi. Ia mengatakan, dengan skema kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) siap mengelola blok-blok terminasi.

"Bicara gross split, Alhamdulillah kami, 2018 kalau Pak Tunggal baik hati kita akan menggunakannya. Ada delapan blok yang diberi ke Pertamina, yang ke PHE sekitar lima," kata Gunung di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, 7 Februari 2018.

Gunung menyebut, tantangan penggunaan skema gross split nantinya juga dinilai tidak terlalu susah. Sebab, PHE telah memiliki pengalaman penggunaan skema gross split di Offshore North West Java (ONWJ).

"Alhamdulillah kalau ini jadi diserahkan kekita gross split juga. Tantangannya kita tidak terlalu susah Karena sudah punya pengalaman di ONWJ," imbuh Gunung.

Sementara itu, Selasa malam, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial mengatakan, pemerintah telah melakukan evaluasi dan akhirnya diserahkan kepada Pertamina. "Sudah kok (resmi ke Pertamina). Sudah ditandatangani Menteri ESDM, sudah dari awal yang kemaren," kata Ego di Kantor Kementerian ESDM.

Mengenai penandatanganan kontrak, Ego menjelaskan, pemerintah menunggu usulan term and condition (TnC) Pertamina. Oleh karena itu, perlu waktu. "Kita kasih waktu mereka lah," imbuh Ego.

Sementara, untuk blok yang habis dalam waktu dekat yakni 23 Februari 2018 untuk blok Tuban dan 28 Februari 2018 untuk blok Ogan Komering tetap dikelola oleh operator eksisting sambil menunggu TnC oleh Pertamina selesai. "Sudah pasti terlewati, sementara di pengelolaan sementara. Hanya kalau pertamina selesai memasukan Term and Condition secepatnya ya kita lihat saja," pungkas Ego.

Saat ini blok Tuban dikelola oleh Joint Operation Body (JOB) Pertamina-PetroChina East Java dengan kepemilikan hak partisipasi masing-masing sebesar 50 persen Pertamina dan Petrochina. Sementara, blok Ogan Komering yang dikelola JOB Pertamina-Talisman dengan kepemilikan saham masing-masing 50 persen oleh Pertamina dan Talisman.


(SAW)