Subsidi Dipangkas, Pelanggan Kelas 900 VA Tinggal 497 Ribu

Amaluddin    •    Sabtu, 26 Nov 2016 17:01 WIB
tarif listrik
Subsidi Dipangkas, Pelanggan Kelas 900 VA Tinggal 497 Ribu
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Agung Prasetyo)

Metrotvnews.com, Surabaya: PT PLN (Persero) memangkas jumlah pelanggan yang menerima subsidi tarif listrik di kelas 900 Volt Ampere (VA). Jumlah pelanggan sebanyak 3,8 juta akan dipangkas tinggal 497 ribu pelanggan.

"Sedangkan untuk 3,3 juta pelanggan 900 VA akan menyesuaikan tarif keekonomisan hingga tarif adjustment secara bertahap mulai Januari 2017," ujar Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo, di Surabaya, Sabtu (26/11/2016).

Menurut Pinto, pemangkasan penerima subsidi ini merupakan keputusan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (ITNP2K), yang selama ini melakukan pendataan terkait jumlah penerima subsidi tarif di Indonesia.

Baca: Pemerintah Akan Naikkan Tarif Listrik 900 VA di 2017

"Kami harus sesuai dengan data itu, kalau tidak siapa yang menanggung?" katanya.

Sementara untuk pelanggan yang masih tetap mendapatkan subsidi, maka tarif listriknya masih sebesar Rp605 per kilo watt hour (kwh). Sedangkan 3,3 juta pelanggan lainnya akan menyesuaikan dengan tarif keekonomisan yakni sebesar Rp1.352 per kwh.

"Perubahan tarif akan dilaksanakan secara bertahap," ujarnya.

Baca: 12 Golongan yang Terkena Kenaikan Tarif Listrik Adjustment

Pada Januari 2017, lanjut Pinto, tarif akan naik sebesar 32 persen dari selisih antara tarif keekonomisan dengan tarif subsidi. Kemudian tarif akan naik lagi pada Maret sebesar 32 persen, lalu pada Mei kembali akan dinaikkan sebesar 36 persen.

“Sehingga pada Juni 2017, 3,3 juta lebih pelanggan itu akan mengikuti tarif adjustment yang saat ini sebesar Rp1.459 per kwh," kata Pinto.

Penerapan tarif ini seperti tertera di Peraturan Menteri ESDM nomor 028/2016 yang sudah diterima pihak PLN Distribusi Jawa Timur. Namun, Pinto menegaskan, bahwa jumlah 497 ribu pelanggan yang masih disubsidi itu masih bisa bertambah lagi.

Setelah PLN melakukan sosialisasi, masyarakat bisa melakukan pengaduan di pos-pos yang ada di setiap kelurahan. Nanti pos-pos pengaduan akan diajukan ke pejabat berwenang.

"Masyarakat harus melengkapi data-data yang dibutuhkan untuk mendukung bahwa mereka memang pelanggan yang memang perlu disubsidi. Karena, bisa jadi, dulu pelanggan itu kaya, namun mendadak jatuh miskin, itu semua butuh disubsidi. Nanti, kita akan ajukan kembali ke TNP2K untuk diperbaiki. Yang jelas, PLN mengikuti data yang dikeluarkan TNP2K," pungkas Pinto.


(AHL)