2 Bulan Jabat Plt Menteri ESDM

Luhut Klaim Selesaikan Sejumlah Persoalan di Sektor Energi

Annisa ayu artanti    •    Senin, 17 Oct 2016 14:35 WIB
kementerian esdm
Luhut Klaim Selesaikan Sejumlah Persoalan di Sektor Energi
Luhut B Panjaitan (tengah) bersama dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (kanan) menjawab pertanyaan para awak media usai melakukan sertijab (Foto: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Luhut Binsar Panjaitan telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Pelaksana tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) usai melakukan serah terima jabatan (sertijab) dengan Ignasius Jonan. Adapun Ignasius Jonan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu untuk jadi Menteri ESDM.

Pada titik ini, Luhut Binsar Panjaitan, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman mengklaim telah menyelesaikan sejumlah masalah kompleks di sektor energi selama hampir dua bulan menjabat sebagai Plt Menteri ESDM. Dirinya pun mengaku bangga atas prestasinya itu.

Baca: Menteri dan Wakil Menteri ESDM Lakukan Sertijab Hari Ini

Luhut mengaku bahwa dirinya tidak mengira bisa mencapai pencapaian tersebut. Menurutnya pencapaian ini bisa diraih lantaran Kementerian ESDM memiliki tim yang solid dan mengerti secara detil tentang sektor strategis ini. Hal ini yang menjadi salah satu indikator penyelesaian sejumlah masalah dapat terjadi.

"Saya melihat mengenai capaian itu dan saya jadi kagum juga sama diri saya. Kok bisa mengerjakan segini banyak. Tapi jujur, itu semua bukan saya. Ini team work yang bagus dari Kementerian ESDM ini," tegas Luhut, dalam Pidato Sertijab, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (17/10/2016).


Mantan Plt Menteri ESDM Luhut B Panjaitan bersama dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (kanan) (Foto: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Luhut menyebut beberapa orang yang sangat membantu menangani persoalan di sektor energi adalah seperti Arcandra Tahar, Prahoro, Buyung, dan Darmawan Prasojo. Mereka membantu untuk melakukan diskusi dan mempercepat pengambilan keputusan.

"Saya bangga dan bersyukur kepada mereka. Pak Sekjend memainkan role, Dirjen memainkan role. Tim muda-muda bekerja dengan hati dan luar biasa. Saya hadir dengan mereka di beberapa pertemuan dengan pihak asing yang investasi di Indonesia. Saya menikmati diskusi world class bagaimana Indonesia mampu mengedepankan teknologi," jelas Luhut.

Adapun beberapa yang dikerjakan Luhut selama menjadi Plt Menteri ESDM adalah revisi Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2010, upaya penurunan biaya operasi yang bisa dipulihkan (cost recovery), penurunan biaya investasi Blok Masela mencapai USD7 miliar, dan penerapan hulu dan hilir, pengembangan Blok East Natuna, serta upaya penurunan harga gas.

Baca: Stakeholder dan Pejabat ESDM Tunggu Sepak Terjang Jonan-Arcandra

Selain itu, ada revisi Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, revisi Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, secara logis pembangunan listrik di 2019 tidak mencapai 35 ribu Megawatt hanya sekitar listrik 20 ribu (MW), dan penyetopan relaksasi ekspor mineral mentah bauksit dan nikel.

 


(ABD)