Jika Disetujui, Gubernur OPEC Indonesia Baru Dilantik di November

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 14 Oct 2016 18:43 WIB
opec
Jika Disetujui, Gubernur OPEC Indonesia Baru Dilantik di November
Gedung Kementerian ESDM (Foto: dokumentasi Setkab)

Metrotvnews.com Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pelantikan Gubernur Organization of The Petroleum Exporting Countries (OPEC) untuk Indonesia yang baru akan dilantik pada 1 November 2016.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji mengatakan pengangkatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Gubernur OPEC Indonesia dan pemberhentian Widhyawan Prawiramaja itu keputusan Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan.

Surat penggantian jabatan tersebut juga sudah disampaikan kepada OPEC. Rencananya akhir November akan dibahas gubernur OPEC.

Baca: OPEC Bangun Momentum untuk Batasi Produksi Minyak Dunia

"Begini ya mengenai Pak Widyawan itu surat dari Plt Menteri ESDM sudah disampaikan ke OPEC, kemudian OPEC dengan mekanisme yang ada itu baru. November akan bahas Gubernur OPEC," kata Teguh, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (14/10/2016).

Teguh mebenarkan pengganti Widyawan adalah Purbaya seorang ekonom. Kalau disetujui OPEC, pada 1 November nanti itu akan langsung diganti. "Penggantinya Pak Purbaya.‎ Sudah disiapkan, kemarin diusulkan, dilantik 1 November kalau disetujui sidang OPEC ya langsung diganti," ujar Teguh.

Baca: Ekonom Purbaya Jadi Gubernur OPEC Indonesia

Meski tidak menjelaskan detil alasan pergantian posisi, Teguh menyampaikan, mungkin Luhut melihat kebutuhan organisasi tersebut tepat juga diisi oleh Purbaya. "Saya tidak tahu latar belakangnya, yang penting tentunya kebutuhan organisasi, yang membuat Plt Menteri ESDM ini mengusulkan Pak Purbaya menggantikan Pak Widayawan," pungkas Teguh.


(ABD)