PLN Alokasikan Gas Tangguh Penuhi Kebutahan PLTMG

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 18 May 2017 08:38 WIB
pln
PLN Alokasikan Gas Tangguh Penuhi Kebutahan PLTMG
Ilustrasi PLN (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) menyatakan kebutuhan gas untuk pembangkit-pembangkit milik PLN sudah terpenuhi lantaran sudah mendapat alokasi gas dari lapangan Tangguh. Kemarin, perusahaan listrik pelat merah tersebut telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan BP Tangguh.

PJBG ini berlaku selama 16 tahun dimulai dari 2020 hingga 2035 dengan menggunakan skema pengiriman LNG Delivery Ex Ship (DES) sebanyak 16 kargo LNG per tahun, dan kemudian naik hingga volume hingga 20 kargo per tahun melalui skema Upward Quantity.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka menyebutkan, dengan PJBG yang sebelumnya diteken pada April 2016 sebanyak 44 kargo LNG maka Tangguh akan memasok 60 kargo per tahun kepada PLN.

Menurutnya, dari jumlah kargo LNG itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit-pembangkit yang baru, seperti PLTGU IPP Jawa-1, PLTUG Muara Karang Peaker, dan PLTGU Jawa-2 (Priok). Serta, sebagai tambahan pasokan gas untuk pembangkit yang ada, seperti PLTGU Priok, PLTGU Muara Karang dan PLTGU Muara Tawar.

"Pasokan gas Tangguh ini pun bisa multidestinasi sehingga pasokan LNG bisa untuk memenuhi kebutuhan gas PLTMG PLN di seluruh Indonesia," kata Made, di di Jakarta, Kamis 18 Mei 2017.

Made menjelaskan, aksi jual beli ini sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah terkait alokasi LNG untuk kebutuhan domestik. Melalui PJBG ini juga maka PLN dapat mengurangi penggunaan energi fosil dan dapat menghemat dari sisi bauran energi.

"Dengan demikian, PLN sudah mengamankan pasokan gas untuk pembangkit-pembangkitnya," pungkas Made.

 


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA