Transisi Tambang Bawah Tanah

Pendapatan Freeport Diperkirakan Turun di 2019

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 09 Jan 2019 15:35 WIB
freeportekonomi indonesia
Pendapatan Freeport Diperkirakan Turun di 2019
Illustrasi. Dok : AFP.

Jakarta: Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono memperkirakan pendapatan PT Freeport Indonesia pada tahun ini akan mengalami penurunan.

Bambang menjelaskan penurunan tersebut karena Freeport Indonesia harus melakukan transisi kegiatan penambangan dari sebelumnya di Tambang Grasberg ke tambang bawah tanah. Peralihan tersebut membuat produksinya diperkirakan menurun dan berujung pada anjloknya pendapatan.

"Turun dibandingkan dari 2018 jadi Ebitda-nya atau revenue-nya turun karena (penghasilan) Tambang Grasberg mulai berkurang," kata  Bambang di kantornya, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 9 Januari 2019.

Bambang mengatakan menurut perkiraan PT Inalum sebagai pemilik saham mayoritas Freeport Indonesia, penurunan Ebitda dari USD4 miliar menjadi kurang lebih USD1 miliar.

Kendati demikian, dia mengatakan kegiatan penambangan tetap berjalan atau tidak berhenti meski ada peralihan ke tambang bawah tanah. Bambang mengatakan cadangan di bawah tanah merupakan kelanjutan dari Tambang Grasberg di atas.

Lebih jauh dia menambahkan penurunan pendapatan tidak akan berlangsung lama. Sebab setelah 2020 diyakini kegiatan tambang bawah tanah berjalan penuh dan transisi selesai sehingga produksi akan kembali meningkat.



(SAW)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

2 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA