Kembangkan Energi Panas Bumi, Pemerintah Gunakan Fix Sliding Price

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 29 Nov 2016 18:48 WIB
panas bumi
Kembangkan Energi Panas Bumi, Pemerintah Gunakan <i>Fix Sliding Price</i>
Ilustrasi. ANT/Indiranto Eko Suwarso.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menerapkan fix sliding price untuk pengembangan energi panas bumi di Indonesia.

Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rida Mulyana sekaligus menanggapi usulan Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar untuk mengubah tahapan pengembangan energi panas bumi dari penandatangan Power Purchase Agreement (PPA) lalu eksplorasi menjadi eksplorasi dahulu baru kemudian penandatanganan PPA.

Dalam PPA tersebut akan ditetapkan harga jual listrik. Rida menyebutkan harga listrik tersebut akan ditetapkan melalui fix sliding price yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Sekarang kita lagi menyusun revisi peraturan pemerintah yang sedang ditunggu, (jadi tahapannya) dibalik, eksplorasi dulu baru PPA. Jadi mekanisme PPA fix sliding price," kata Rida dalam acara rakornas Kadin, di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Rida menjelaskan, dalam memilih pemenang lelang pengembangan wilayah kerja panas bumi, pemerintah akan melihat beberapa poin sebagai penilaian pokok yakni kemampuan waktu dan program saat mengelola, kesanggupan keuangan, dan ketersediaan melengkapi administrasi.

"Yang dilelangkan programnya. Itu juga saya menilai dari kesanggupan uang, kemampuan serta adminsitrasi," jelas dia.

Intinya, lanjut Rida, pengembang akan bersaing dari sisi program. Pengembang tidak akan bersaing sisi tarif seperti yang ada, saat ini, karena nantinya tarif sudah diatur oleh pemerintah.

"Jadi kita ngadu programnya. Bukan lagi tarif, karena tarif disediain kita. Tarif ini berlaku kalau sudah ketemu," pungkas dia.

 


(SAW)