Jurus Jokowi Bangun Kembali 34 Pembangkit Listrik yang Mangkrak

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 18 Mar 2017 17:25 WIB
pembangkit listrik
Jurus Jokowi Bangun Kembali 34 Pembangkit Listrik yang Mangkrak
Presiden Joko Widodo saat meninjau pembangkit listrik di Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu 18 Maret 2017. Foto: Metrotvnews.com/Fikar

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan melanjutkan kembali 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak. Namun, Presiden meminta pembangunannya tak dilakukan sembarangan. Presiden berpesan proyek boleh dijalankan lagi bila proses hukumnya selesai.

"Berkaitan dengan 34 pembangkit listrik kita yang mangkrak, saya titip, yang bisa diteruskan silakan diteruskan. Tetapi dengan catatan, sisi hukumnya sudah beres," kata Presiden di sela-sela peresmian delapan pembangkit listrik MPP di MPP Mempawah 4x25 MW, Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu 18 Maret 2017.

Presiden pun ingin pembangunannya betul-betul sesuai kualitas yang semestinya. Ia tak ingin proyek berlanjut, tetapi kapasitasnya hanya 30 atau 40 persen.

"Saya bisa ngecek itu. Jadi, jangan main-main dengan hal teknis. Detail pasti akan saya lihat karena menyangkut uang triliunan," ucap Jokowi.

Dia mengaku pernah marah akibat hasil proyek pembangkit listrik tak sesuai harapan. Padahal, uang yang telah dikeluarkan mencapai setengah triliun rupiah.

Pembangunan kembali 34 proyek pembangkit listrik itu, kata Jokowi, membutuhkan dana besar, sehingga harus hati-hati. Ia tak ingin pembangunannya hanya menutupi masalah yang lama. Semisal, hanya memberikan cat baru atau mengganti turbin dengan produk lama.

"Supaya saudara ngerti saja, saya bekerja detail. Silakan (bangun). Saya memberikan peluang diteruskan karena uang kita yang sudah nancep di bisnis itu banyak. Tetapi, jangan dimain-mainin lagi, nanti kena dua masalah hukum," kata dia.
 

Saya hanya (mengingatkan) satu kata, awas! Itu saja
- Joko Widodo


Ia juga mengingatkan kalau yang sedang dibahas itu pabrik listrik, bukan produknya.

"Kalau beli listrik enggak apa-apa kapasitasnya enggak penuh, wong kita belinya listrik, kok. Yang ini kita buat pabrik listrik dan uangnya dari kita, dari PLN. Jadi, kalau dimain-mainin, awas. Saya hanya (mengingatkan) satu kata, awas! Itu saja," tegas dia.

Ia pun meminta kepada jajarannya untuk tidak takut dalam bekerja. Ia janji akan mem-back up bila yang dikerjakan benar. "Tapi kalau yang enggak bener, hati-hati," kata dia.

Sebanyak 34 proyek pembangkit listrik di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mangkrak telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi. 

Ketua KPK Agus Rahardjo menuturkan, KPK masih menunggu hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang bertugas melakukan pengawasan internal pada keuangan dan pembangunan.

"Jadi, yang kami terima (laporan mangkrak) sebenernya bukan resmi dari pemerintah. Kami terima dari banyak pihak. Lebih dari 36 (mangkrak). Kemudian, kami bekerja sama dengan BPKP untuk setiap proyek itu. Ketemu nggak (kasus) tipikornya," kata Agus, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 10 Februari 2017.

 


(UWA)