PLTB Sidrap I Siap Beroperasi

Annisa ayu artanti    •    Senin, 08 Jan 2018 09:31 WIB
pembangkit listrik
PLTB Sidrap I Siap Beroperasi
Menteri ESDM Ignasius Jonan (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap I dipastikan bakal segera beroperasi setelah dilakukannya uji coba interkoneksi dengan jaringan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero). Sebanyak 20 turbin dari 30 turbin tenaga angin yang direncanakan dan Gardu Induk (GI) telah siap untuk koneksi dengan jaringan PLN sejak minggu lalu.

Masing-masing turbin yang telah terbangun dan siap terkoneksi berkapasitas 2,5 Megawatt (MW) atau 50 MW secara total. Diharapkan pengoperasian ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan serta nantinya memberi efek positif terhadap ketersediaan energi di masa mendatang.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendukung penuh beroperasinya PLTB Sidrap ini. Jonan mengatakan tarif listrik dari PLTB Sidrap terjangkau. Tahap pertama tarif harus USD11 sen per kWh datar. Lalu untuk tahap kedua, ia akan menegosiasikan lagi.

"(PLTB) tahap satu tarifnya USD 11 sen per kWh datar, (tahap) kedua bagaimana? Kita nego lagi, kita akan akomodir, saya minta harganya bisa lebih rendah," ujar Jonan, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, di Jakarta, Senin 8 Desember 2017.

Dengan beroperasinya PLTB Sidrap I maka pembangkit tersebut menjadi pembangkit komersial pertama di Indonesia yang memanfaatkan energi angin.  Jika proyek dengan investasi USD150 juta atau sekitar Rp2 triliun yang dioperasikan PT UPC Sidrap Bayu Energi ini sudah beroperasi diperkirakan mampu melistriki sekitar 70 ribu pelanggan rumah tangga di Sulsel.

Seperti diketahui, PLTB Sidrap berlokasi di area perbukitan Desa Mattirosari dan Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang menghasilkan kecepatan angin sebesar 7 m/s dari ketinggian 80 meter.

Jumlah turbin yang akan dibangun total sejumlah 30 turbin, di mana masing plat berkapasitas 2,5 MW WTG pada menara baja setinggi 80 meter. Turbin yang digunakan adalah turbin angin Kelas IIA dengan panjang (jari-jari) baling-baling 57 meter, sehingga total tinggi pembangkit mencapai 137 meter.

Setelah PLTB Sidrap I beroperasi, maka kapasitas terpasang PLTB secara nasional bertambah menjadi 76,1 MW dari tahun lalu yang baru teroptimalkan sebesar 1,1 MW.


(ABD)