Proyek Pipa Gas Duri Dumai Grondbreaking via Video Conference

Annisa ayu artanti    •    Senin, 13 Nov 2017 17:46 WIB
migasgaspertaminaperusahaan gas negara (pgn)kementerian esdm
Proyek Pipa Gas Duri Dumai <i>Grondbreaking</i> via <i>Video Conference</i>
Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar (Foto: MTVN/Githa Farahdina)

Jakarta: Pembangunan pipa gas Duri-Dumai akhirnya resmi dilakukan dan hal itu ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking pada hari ini. Namun, ada yang berbeda dalam proses groundbreaking kali ini.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, groundbreaking proyek ini dilakukan di Kantor Kementerian ESDM melalui video conference antara pemangku kepentingan dengan pekerja pembangunan pipa gas Duri-Dumai.

Arcandra mengakui, selama ini antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina (Persero) tidak mencapai titik temu kapan dan di mana seremonial groundbreaking proyek pipa gas Duri-Dumai ini dilakukan. Oleh karena itu, sebagai jalan tengah groundbreaking dilakukan di Kantor Kementerian ESDM.

"Groundbreaking mau di mana saja susah karena Pertamina maunya di Dumai. PGN maunya di Duri. Musyawarah tidak putus juga, ya sudah jalan tengahnya di Kementerian ESDM," kata Arcandra, dalam sambutannya di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin 13 November 2017.

Menurut Arcandra, groundbreaking ini sifatnya hanya seremonial. Jika sudah konstruksi dan bisa beroperasi maka akan diresmikan langsung di lapangan. Adapun segala sesuatunya diharapkan bisa berjalan dengan baik dan nantinya memberi keuntungan bagi masing-masing pihak.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Ego Syahrial menambahkan, pembangunan dan pengoperasian pipa gas Duri-Dumai merupakan wujud dari sinergi BUMN antara Pertamina dan PGN.

"Pengoperasian pipa gas duri Dumai merupakan wujud dari sinergi BUMN yang ditegaskan oleh pemerintah dengan menugaskan kepada Pertamina dan PGN melalui keputusan Menteri ESDM," kata Ego. Penugasan tersebut kemudian ditindaklanjuti kedua belah pihak dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) Pipa Duri-Dumai di 9 Juni 2017.

Di 27 Juli 2017, Pertamina mengalihkan HoA tersebut kepada Pertagas selaku anak perusahaannya. Kemudian, pada Jumat 10 November 2017, PGN dan Pertagas menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) Pembangunan Pipa Gas Duri-Dumai di Kantor Kementerian BUMN. Dalam KSO dimaksud, PGN menguasai 40 persen saham sedangkan Pertagas 60 persen.

Sebagai informasi, pipa Duri-Dumai akan menyalurkan gas untuk kilang Pertamina Dumai, kebutuhan industri di Riau, kebutuhan pelabuhan, dan industri petrokimia dalam rangka mendorong nilai tambah ekonomi daerah, nasional serta daya saing industri.

Gas yang disalurkan ke Kilang Dumai digunakan untuk konversi bahan bakar dari fuel oil menjadi gas sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan produksi kilang, dengan kebutuhan gas sebesar 57 juta standard cubic feet per day (MMSCFD) dan meningkat bertahap hingga 120 MMSCFD.

Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan sebesar USD52,2 juta dan menyerap tenaga kerja hingga 400 orang pada masa konstruksi. Proyek ditargetkan selesai paling cepat 11 bulan, sehingga bulan Oktober 2018 diharapkan sudah bisa beroperasi.


(ABD)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA