Semen Indonesia Raih Penghargaan Subroto 2018

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 30 Sep 2018 19:37 WIB
semen indonesiakementerian esdm
Semen Indonesia Raih Penghargaan Subroto 2018
Truk pengangkut semen melintas di kawasan Pabrik Semen Gresik, Tuban, Jawa Timur. Foto: Antara/Moch Asim.

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi penghargaan Subroto kepada pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang ada di Tuban. Pabrik Tuban dinilai menghasilkan efisiensi dan inovasi energi pada industri dan bangunan gedung.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar kepada Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso.

Hendi Prio Santoso mengakui pihaknya telah melakukan berbagai inovasi di bidang konservasi dan efisiensi energi seperti pemanfaatan biomassa dan limbah B3 sebagai bahan bakar alternatif untuk pengganti bahan bakar fosil, pengoperasian Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) sebagai pembangkit listrik yang berasal dari panas gas buang sebesar 30 megawatt (MW).

Lalu, lanjutnya, pemakaian batu bara rendah kalori (di bawah 4000 kkal) sebagai bahan bakar dan pembangunan central coal storage untuk mengintegrasikan kualitas batu bara, modifikasi cyclone SP untuk optimasi pembakaran dan modifikasi peralatan lainnya yang hemat energi, serta peningkatan produksi blended cement melalui material ke-3 untuk mengurangi pemakaian clinker.

"Perseroan juga telah melaksanakan sistem manajemen energi sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Energi. Sejak tahun 2015, perseroan telah memiliki struktur organisasi tim manajemen energi yang bertugas untuk melaksanakan program konservasi dan efisiensi energi. Perseroan juga telah telah memiliki manajer energi dan auditor energi yang telah tersertifikasi oleh LSP HAKE dan setiap tahun telah melaporkan pemakaian energi ke Kementerian ESDM melalui Pelaporan Online Manajemen Energi (POME)," ungkap Hendi dalam keterangan resmi, Jakarta, Minggu, 30 September 2018.

Pada 2017, Semen Indonesia juga telah menurunkan intensitas pemakaian energi panas sebesar 18,8 persen (baseline 2014) dan menurunkan intensitas pemakaian energi listrik sebesar 6 persen. Implementasi program efisiensi energi juga berdampak langsung pada penurunan emisi gas CO2. Emisi gas CO2 yang bisa diturunkan hingga 2017 sebesar 9,14 persen.

"Keberhasilan meraih penghargaan ini merupakan momentum yang tepat bagi perusahaan  untuk lebih berperan aktif dalam menciptakan inovasi di berbagai bidang sehingga perseroan selalu menjadi perusahaan yang unggul dan memiliki daya saing yang tinggi," tukas Hendi.

Penghargaan Subroto merupakan bentuk apresiasi Kementerian ESDM kepada stakeholders serta mempromosikan keberhasilan penerapan efisiensi dan konservasi energi yang dimulai sejak 2012. 


(HUS)


Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

5 hours Ago

Tiga maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya melakukan kebijakan me…

BERITA LAINNYA