DEN: Sudah Waktunya Pertamina Ekspansi ke Luar Negeri

Ade Hapsari Lestarini    •    Minggu, 30 Apr 2017 11:09 WIB
pertamina
DEN: Sudah Waktunya Pertamina Ekspansi ke Luar Negeri
Pertamina. MI/SAFIR MAKKI.

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran mengatakan sudah waktunya PT Pertamina (Persero) melakukan ekspansi ke luar negeri. Sejalan dengan rencana ekspansi Pertamina di Rusia dan Iran. Terlebih, saat ini produksi dalam negeri terus menurun.

"Ekspansi ke Rusia dan Iran bagus. Kita sekarang memang harus mencari ruang. Karena di tengah hubungan dengan barat yang tidak bagus, negara-negara itu tetap perlu berbisnis, perlu menjual produk, perlu juga investasi. Jadi, buat Indonesia, ini adalah kesempatan," kata Tumiran, dalam keterangan tertulisnya, Minggu 30 April 2017.

Menurut Tumiran, memang sudah waktunya Pertamina melakukan ekspansi ke luar negeri, termasuk Rusia dan Iran. Terlebih, karena produksi dalam negeri yang terus menurun di satu sisi, namun tetap harus punya jaminan pasokan ke Indonesia di sisi lain. Bahkan, berbagai negara pun, melakukan hal yang sama untuk menjamin pasokan dalam negerinya.

"Negara-negara lain seperti Tiongkok misalnya, dia ada di Indonesia di sektor hulu. Itu untuk memberikan jaminan ke negaranya. Amerika juga begitu. Makanya, saya pikir Pertamina harus punya ruang," jelas Tumiran.

Untuk itu, Tumiran berharap, agar Pertamina mempersiapkan secara matang. Tidak hanya pemahaman mengenai regulasi-regulasi yang berlaku di negara tersebut, namun juga mengenai teknologi ekplorasi dan eksploitasi yang akan dipergunakan.

"Teknologi jangan sampai gagal karena berpengaruh pada cost. Hal ini yang harus dipersiapkan dengan baik oleh Pertamina," kata dia.

Tak kalah penting, lanjut Tumiran, Pertamina juga harus mempersiapkan para lawyer berlevel internasional. Lawyer tersebut, harus betul-betul mengerti mengenai berbagai kebijakan di negara itu. Dengan demikian, jika negosiasi atau dispute, maka bisa segera mengetahui jalan keluar. "Kita harus belajar dari pengalaman, ketika perusahaan kita terjadi dispute dan kita kalah. Jadi itu yang harus dipersiapkan dengan baik. Lawyer tersebut harus menguasai betul pasal per pasal dan kata per kata dalam Bahasa Inggris. Tak kalah penting, lawyer harus berpihak pada kepentingan Pertamina," tegas Tumiran.

Dukungan terhadap rencana ekspansi Pertamina ke luar negeri, termasuk Rusia dan Iran juga diberikan mantan Ketua DPR Marzuki Ali. Menurut Marzuki, investasi di kedua negara tersebut relatif aman. Apalagi, saat ini Iran sudah tidak diembargo. Yang penting, lanjutnya, investasi yang dilakukan sangat menguntungkan.

"Sepanjang hitung-hitungannya menguntungkan, why not? Ini sesuatu yang bagus. Tidak ada alasan untuk resisten menanamkan investasi di negara-negara nontradisonal. Selama ini kita hanya memakai kacamata kuda yang ke barat terus, sehingga kita hanya mendapat sisa-sisa," lanjutnya.

Marzuki tidak menepis, bahwa sikap resistensi Indonesia kepada Iran dan Rusia selama ini, tak lepas dari kiblat Indonesia yang terlalu ke barat. Padahal, banyak negara lain yang meraup untung besar ketika menjalin hubungan dagang dengan Rusia dan Iran. Tidak hanya Tiongkok, namun juga negara-negara Eropa pun menikmati keuntungan besar.

Itu sebabnya, Marzuki berharap bahwa Pemerintah memberi dukungan kepada Pertamina terkait rencana ekspansi itu.


(SAW)