Pemerintah Tawarkan Blok East Natuna ke Inpex

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 29 Jul 2017 12:16 WIB
blok natuna
Pemerintah Tawarkan Blok East Natuna ke Inpex
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah ExxonMobil mundur dari blok East Natuna, pemerintah berencana menawarkan pengelolaan blok tersebut ke berbagai pihak. Termasuk salah satunya Inpex Corporation.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, nantinya perusahaan baru tersebut akan bermitra dengan PT Pertamina (Persero) untuk menggarap blok yang memiliki kandungan karbondioksida (CO2) mencapai 72 persen itu.

"Menawarkan ke siapa saja termasuk Inpex," kata Arcandra seperti dikutip Dari laman Ditjen Migas, Jakarta, Sabtu 29 Juli 2017.

Apabila Inpex berminat menggarap Blok East Natuna, kata Arcandra, pihaknya akan memberikan dukungan. Sebelumnya, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Pemerintah akan menawarkan penggarapan East Natuna ke pihak lain, antara lain perusahaan asal Jepang yaitu Inpex.

Sebagaimana diketahui, ExxonMobil telah mengirimkan surat kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan yang berisi tidak lagi meneruskan pengelolaan Blok East Natuna karena tidak ekonomis dengan peraturan yang ada.

"Exxon merasa tidak ingin juga menghambat perkembangan ini, maka dengan surat yang baru Pak Jonan dan saya terima, bahwa mereka mempersilakan Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan (Blok East Natuna)," jelas Arcandra.

Meski tidak ikut dalam pengembangan East Natuna, ExxonMobil tetap bersedia membantu dari sisi teknologi. Hingga saat ini, salah satu perusahaan yang memiliki teknologi untuk memisahkan kadar CO2 adalah ExxonMobil.

"Belum ada teknologi yang sepengetahuan saya, yang murah men-develop itu. Tapi kalau kita usahakan, ada tidak teknologi lain yang kita pakai? Mungkin, tapi itu terserah Pertamina," pungkas dia.

 


(AHL)