Pertamina EP Optimalisasi Produksi Gas Paku Gajah

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 17 May 2017 18:58 WIB
pertamina ep
Pertamina EP Optimalisasi Produksi Gas Paku Gajah
Ilustrasi area kerja Pertamina EP. (FOTO: ANTARA)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor hulu migas dan merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah naungan SKK Migas, mengoptimalisasikan fasilitas produksi di Proyek Pengembangan Paku Gajah untuk mendukung ketahanan energi Indonesia.

Proyek Pengembangan Paku Gajah yang berada di Kabupaten Muara Enim dan Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan ini merupakan proyek pengembangan gas yang akan memenuhi kebutuhan pasar gas di Sumatera Selatan dan sekitarnya. Hal tersebut dipaparkan pada rangkaian kegiatan Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention & Exhibition 2017 di Jakarta.

"Proyek Pengembangan Paku Gajah akan dilengkapi dengan dua stasiun fasilitas produksi yaitu Stasiun Pengumpul Gas (SPG) Paku Gajah dengan kapasitas produksi gas 45 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan SPG Kuang dengan kapasitas produksi 25 MMSCFD, serta jalur pipa trunkline 12" sepanjang 23 km dari SPG Paku Gajah ke CO2 removal existing SPG Merbau," ujar General Manager Proyek Pengembangan Paku Gajah, Tri Widyo Kunto, dalam siaran persnya, Rabu 17 Mei 2017.

Selanjutnya, kata Kunto, gas yang dihasilkan dari SPG Paku Gajah dan SPG Kuang akan disalurkan ke konsumen PGN maupun konsumen lainnya di Sumatera Selatan. Proyek Pengembangan Paku Gajah memiliki fasilitas Produksi yang lengkap mulai dari memproduksi gas bumi dari sumur eksplorasi maupun dari sumur pengembangan.

Beberapa pemboran sumur Eksplorasi dilakukan sejak 2010 diproduksikan melalui tahapan Put On Production (POP) dan pada 2013 dilanjutkan dengan pemboran Pengembangan melalui tahapan Plan Of Development (POD) yang telah disetujui SKKMigas pada Juni 2013.

"POD Integrasi phase-1 Paku Gajah dan phase-2 Kuang Selatan telah dilakukan beberapa kegiatan yaitu pemboran 10 sumur Pengembangan, 17 sumur work over yang diselesaikan sampai dengan akhir 2016. Adapun pembangunan 2 SPG yakni Paku Gajah dan Kuang serta pembangunan jalur pipa trunkline 12" sepanjang 23 km dari SPG Paku Gajah ke SPG Merbau telah selesai dikerjakan dan saat ini memasuki tahap Start Up-Commissioning yang dimulai akhir Maret 2017," papar Kunto.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar gas yang cukup besar di Sumatera Selatan dan untuk memperpanjang masa produksi gas (plateau), Proyek Pengembangan Paku Gajah merencanakan mengembangkan Lapangan Migas secara terintegrasi di sekitar area Paku Gajah dengan melakukan pemboran Eksplorasi dan Pengembangan berikutnya dan dimasukkan kedalam tahapan POD phase-2 dan phase-3.

PT Pertamina EP berkomitmen untuk memberikan kontribusi secara maksimal kepada Negara dan Pemerintah Daerah yang memiliki potensi Migas, kami berharap dengan adanya dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, aktivitas operasi dalam mencari dan memproduksikan Migas dapat berjalan lancar dan kebutuhan energi di Indonesia dapat terpenuhi.

"Terima kasih kami sampaikan atas dukungan yang diberikan selama project ini berlangsung kepada Manajemen Pertamina, SKK Migas, SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Manajemen PT Pertamina EP, team Manajemen Pertamina EP Asset-2, Pemerintah Daerah Propinsi Sumatra Selatan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Ogan Komering Ulu, mitra kerja dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan proyek ini sehingga Proyek Pengembangan Paku Gajah dapat mencapai target mengikuti aspek HSSE dan diselesaikan dengan baik," pungkas Kunto.


(AHL)