Aturan Penggunaan Panel Surya Segera Terbit

Ilham wibowo    •    Selasa, 09 Oct 2018 14:57 WIB
energi terbarukan
Aturan Penggunaan Panel Surya Segera Terbit
Panel Surya. Dok : AFP.

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal menetapkan aturan penggunaan energi baru terbarukan di sektor energi listrik. Pemasangan sel surya solar photovoltaic (PV) menjadi hal wajib untuk menghemat energi konvensional.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan peraturan menteri (Permen) ESDM penggunaan solar PV ini tak lama lagi bakal terbit. Pemasangan alat ditargetkan bisa mengkonversikan radiasi sinar matahari menjadi tenaga listrik hingga 2 Giga Watt (GW).

"Dengan dikeluarkan Permen ini dalam waktu dekat, diharapkan berapa Solar PV yang akan dipasang perkiraan kita 1,8 sampai 2 Giga Watt dalam waktu dua tahun," ujar Rida di Ruang Sarulla, Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Selasa, 9 Oktober 2018.

Regulasi tersebut bakal mewajibkan seluruh atap gedung instansi pemerintahan memanfaatkan penggunaan solar PV. Kontribusi solar PV ditargetkan mencapai 6,4 GW pada 2025 dengan pengembangan istem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar dan solar home system (SHS).

"Ini (aturan) sudah saya paraf, sekarang masih muter. Kalau di kita kan semuanya sudah dipasang termasuk di parkiran, dan di semua gedung ESDM," ungkapnya.

Tak hanya itu, aturan penerapan EBT solar PV juga berlaku untuk kawasan industri dan sektor privat lainnya. Meski demikian, energi yang digunakan dibatasi untuk tidak melebihi 100 persen dari daya yang sebelumnya telah terpasang melalui jaringan PLN.

"Misalkan kita langganan ke PLN 1.300 VA, ya itu nggak boleh lebih dari 1.300 VA. Rumah saya misalkan, 4.400 VA, ya maksimum 4.400. Jadi sesuai langganannya, tapi tolong diingat, atapnya terbatas pasti enggak akan lebih dari 100 persen," paparnya.

Ia menegaskan aturan pemasangan solar PV ini tak lantas menggembosi keuntungan PLN pada jaringan listriknya. Pemerintah berupaya menghemat energi listrik lantaran sebagian besar anggaran dialokasikan dalam subsidi di PLN.

"PLN pasti sudah mengurangi dong karena pemasangan ini lebih banyak untuk menghemat listrik. Kalau penghematan di konsumen berarti pengurangna income di PLN kan, simulasi kami sih enggak sampai 1,5 persen- nya," pungkas dia.


(SAW)


Pameran Seni Kontemporer Art Bali

Pameran Seni Kontemporer Art Bali

1 hour Ago

Pameran seni rupa kontemporer Art Bali menjadi salah satu venue yang menarik perhatian delegasi…

BERITA LAINNYA