Serasikan Kultur Kerja Perusahaan Jadi Tugas Holding BUMN Pertambangan

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 06 Dec 2017 18:43 WIB
holding bumn
Serasikan Kultur Kerja Perusahaan Jadi Tugas <i>Holding</i> BUMN Pertambangan
Illustrasi. ANT/Septianda Perdana.

Sumatera Utara: PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menyatakan akan segera melakukan sinergi terkait dengan jumlah sumber daya manusia (SDM) yang akan bertambah pasca holding BUMN pertambangan terbentuk.

Direktur Umum dan SDM Inalum, Carry EF Mumbunan mengatakan, jumlah karyawan Inalum saat ini sekitar 1.900 orang. Lalu dengan adanya holding BUMN pertambangan maka jumlah karyawan akan bertambah menjadi sekitar 12 ribu orang. Karyawan tersebut berasal dari anggota holding pertambangan yakni PT Timah, PT Bukit Asam, dan PT Aneka Tambang (Antam).

"Karyawan itu, sekarang 1.918. Data terbaru ya. Kalau holding itu tenaganya akan menjadi 11.672 atau 12 ribu orang," ucap Carry kepada Medcom.id di PLTA Siguragura, Sumatera Utara, Rabu, 6 Desember 2017.

Menjadi induk usaha holding BUMN pertambangan membuat Inalum harus bersinergi menyatukan banyak budaya perusahaan. Hal itu diungkapkan Carry sebab setiap perusahaan pasti memiliki budaya kerja masing-masing.

Contohnya, ia menyebut Bukit Asam dan Antam berbeda dengan Inalum sebab core bisnisnya berbeda. Bukit Asam dan Antam basis bisnisnya adalah pertambangan. Sementara Inalum memiliki core bisnis pengolahan hasil tambang.

"Culture harus serasi. Keseragaman dengan mengutamakan keunikan dari asal masing-masing harus dilakukan setelah holding," ucap dia.

Disisi lain, sebagai direktur sumber daya manusia, ia mengungkapkan pembentukan holding sangat menguntungkan bagi anggota holding. Sekarang setiap karyawan yang masuk dalam holding bisa belajar dengan mudah.

"Kalau ada yang kurang Inalum bisa kirim ke Bukit Asam. Antam juga bisa belajar di laboratorium uji Inalum. Inalum cukup kuat untuk itu. Lalu kalau Inalum mau belajar tambang bisa di Antam," ungkap dia.

Namun demikian, Ia juga menekankan dengan terbentuknya holding tidak serta merta menghapus dan menjadikan satu bisnis tambang. Direktur utama holding bersama direksi lainnya akan melakukan konsolidasi sumber daya manusia. Intinya membuat branding sumber daya manusia semakin kuat.


(SAW)