Ini Delapan Tambahan Insentif Hulu Migas

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 09 Sep 2017 17:12 WIB
skema gross split
Ini Delapan Tambahan Insentif Hulu Migas
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 52 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Permen ESDM Nomor 08 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split guna menjaga iklim investasi.

Mengutip laman Kementerian ESDM, Sabtu 9 September 2017, pemberian insentif hulu migas merupakan poin penting dalam regulasi yang baru diterbitkan. Lalu, apa saja delapan delapan tambahan insentif hulu migas yang dimaksud?

Adapun dalam revisi Permen gross split ini membuat cashflow maupun keekonomian kontraktor menjadi lebih menarik karena disesuaikan dengan keekonomian PSC cost recovery.

Revisi tersebut pun telah dikalibrasi pada 12 lapangan minyak dan gas (migas) dengan berbagai karakteristik. Di mana internal rate of return (IRR) production sharing contract (PSC) gross split diakui mirip dengan PSC cost recovery.



Insentif hulu migas tersebut yakni pertama, kumulatif produksi, di mana split akan ditambahkan hingga sebesar 10 persen. Kedua, harga minyak, split ditambah dengan formula.

Ketiga, harga gas, adanya progresif split baru (formula) dari yang sebelumnya tidak ada. Keempat, POD-2, mendapatkan tambahan split tiga persen dari yang sebelumnya tidak dapat.

Kelima, fase produksi, di mana split ditambah hingga mencapai 10 persen. Keenam, kandungan H2S yang cukup besar, di mana split ditambahkan hingga mencapai lima persen.

Ketujuh, ketersediaan infrastruktur, di mana split ditambahkan hingga mencapai empat persen. Terakhir, diskresi split, di mana dalam kondisi ini tidak dibatasi.

 


(AHL)