DPR Minta Penggunaan BBM Euro 4 Jangan Ditunda

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 18 May 2017 16:22 WIB
berita dpr
DPR Minta Penggunaan BBM Euro 4 Jangan Ditunda
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha (jas hitam sebelah kiri). (Foto: Dok. DPR)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha mengatakan, penerapan bahan bakar minyak (BBM) berstandar Euro 4 yang diwajibkan bagi kendaraan bermotor di Indonesia harus segera realisasikan. Hal itu perlu dilakukan untuk menjamin kualitas udara pada masa depan.

Satya mengatakan, aturan yang terkandung dalam Peraturan Menteri LHK sejak 10 Maret 2017, itu penting dilakukan sebagai upaya mengurangi polusi yang semakin mengancam kesehatan masyarakat, terutama di kota-kota besar. Pemerintah diminta tetap konsisten memberlakukan BBM Euro 4.
 
“Karena itu, kami meminta aturan tersebut dilaksanakan secara konsisten, bahwa semua kendaraan bermotor di Indonesia wajib menggunakan BBM standar Euro 4, mulai tahun depan,” ujar Satya, dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Mei 2017.
 
Dalam implementasinya, penerapan penggunaan BBM berstandar Euro 4 tak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi tertentu. Melainkan harus melibatkan lintas kementerian untuk saling bersinergi dan berkoordinasi, sehingga pelaksanaan di lapangan bisa dipantau secara berkelanjutan dan berkala.
 
“Maka dari itu, kontrol pelaksanaan langsung oleh Menteri Koordinator supaya lebih kuat, karena jika dipegang satu kementerian, maka dikuatirkan akan terjadi ego-sektoral, dan ini bisa menghambat realisasi,” papar politikus Partai Golkar itu.
 
Komisi Energi DPR akan terus mendorong kementerian terkait, khususnya Kementerian LHK dan Kementerian ESDM, sebagai mitra kerja untuk segera mengimplementasikan penerapan aturan penggunaan BBM yang memiliki kadar emisi lebih bersih tersebut. Termasuk meminta kejelasan PT Pertamina sebagai BUMN yang ditugaskan pemerintah untuk menyediakan BBM bertandar Euro 4.
 
“Kita akan tagih ke PT Pertamina, kapan siapnya untuk menyediakan BBM yang berstandar Euro 4 itu. Karena kebutuhan akan BBM yang lebih bersih semakin tinggi di dunia, sementara di Indonesia selama ini masih berstandar Euro 2. Akibatnya kualitas udara kita masih rendah karena pencemaran udara yang cukup besar,” ucap Satya, menganalisa.
 
Ditambahkan Satya, konversi BBM baik dari BBM Euro 2 ke Euro 4 maupun konversi BBM ke BBG merupakan suatu keharusan seiring dengan kebijakan pemerintah mengembangkan energi bersih. Seperti diketahui, ada beberapa manfaat dari pemberlakuan aturan ini. Penerapan bahan bakar dengan standar Euro 4 akan memberikan keuntungan bagi konsumen. Karena peningkatan kualitas bahan bakar bisa menjamin efisiensi.
 
Ia menilai, kualitas udara di perkotaan juga akan semakin baik. Selama ini BBM yang digunakan di Indonesia masih berstandar Euro 2, yang memiliki gas buang dengan kandungan sulfur hingga 300 part per million (ppm). Untuk Euro 4, teknologinya menggunakan angka research octane number (RON) minimal 92, yang kandungan sulfurnya hanya 50 ppm.
 
“Energi bersih sudah menjadi kebutuhan, ke depan Indonesia harus benar-benar terbebas dari penggunaan BBM berkadar emisi tinggi, menyusul semakin menurunnya kualitas udara di kota-kota besar akibat polusi udara yang diakibatkan dari gas buang kendaraan bermotor,” kata politikus asal dapil Jawa Timur itu.
(ROS)