Harga Jual Gas Bumi ke PGN Naik 34%

Husen Miftahudin    •    Sabtu, 05 Aug 2017 15:26 WIB
gasperusahaan gas negara (pgn)
Harga Jual Gas Bumi ke PGN Naik 34%
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan harga jual gas dari Lapangan Grissik, Blok Corridor milik ConocoPhilips Indonesia (COPI) yang dijual ke PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Batam. Kenaikan harga tersebut sesuai surat bernomor 5882/12/MEM.M/2017 yang diteken Menteri ESDM Ignatius Jonan pada 31 Juli 2017.

Berdasarkan keterangan yang diunggah di laman esdm.go.id, Sabtu 5 Agustus 2017, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menjelaskan, kenaikan harga gas itu merupakan hal yang wajar lantaran sudah melalui proses business to busines (b to b).

"Perubahan harga itu hanya di sisi suplai yaitu harga gas COPI ke PGN. Perubahan harga tersebut, prosesnya telah berjalan sejak 2012 dan telah melalui proses b to b juga," ungkap Arcandra.

Dengan keputusan ini, maka harga jual gas COPI ke PGN mengalami kenaikan USD0,9 atau setara 34 persen dari posisi USD2,6 per MMBTU menjadi USD3,5 per MMBTU. Namun demikian, Arcandra memastikan harga jual gas dari PGN ke pelaku usaha industri atau rumah tangga di wilayah Batam tidak mengalami perubahan.

"Harga COPI sebesar USD2,6 per MMBTU itu memang relatif rendah dibandingkan kontrak gas lainnya dengan sumber gas yang sama. Itu juga telah melalui proses b to b yang wajar untuk menjaga fairness di sisi supply. Yang penting, harga di sisi konsumen tidak naik, bagian dari paradigma energi sebagai modal pembangunan," tegas Arcandra.

Kebijakan ini ditentang Anggota Komisi VII DPR, Harry Poernomo. Dia menganggap pemerintah tebang pilih dalam pelaksanaan tata kelola hilir migas nasional. "Keputusan ini menunjukkan ketidakkonsistenan dan ketidakadilan pemerintah," ketus dia.

Dia menimbang pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016. Dalam beleid itu, penetapan harga gas bumi harus bertujuan menjadikan gas bumi nasional sebagai roda penggerak ekonomi di dalam negeri.

Berdasarkan Surat Menteri ESDM 5882/12/MEM.M/2017 juga, PGN tidak diperkenankan menaikkan harga jual gas bumi kepada pembeli setelah adanya persetujuan harga. Meski harga COPI dari PGN naik, tetapi harga dari PGN ke konsumen tidak naik.

Sebagai informasi, formula perhitungan harga jual gas di wilayah Batam terbentuk dari komponen harga beli yang tadinya USD2,6 menjadi USD3,5 per MMBTU. Sementara Toll Fee berkisar USD0,8.

Ada pula Distribution Cost National senilai USD1,6, Niaga USD0,2 dan Margin PGN sebanyak USD0,5 per MMBTU. Formula ini mengacu padaKeputusan Menteri ESDM Nomor 3191 K/12/MEM/2011 tentang Harga Jual Gas Bumi PT PGN (Persero) Tbk kepada PT PLN Batam dan IPP Pemasok Listrik PT PLN Batam.


(AHL)